ORINEWS.id – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengonfirmasi keterlibatan empat prajurit dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto mengatakan, keempat prajurit tersebut telah diamankan dan saat ini menjalani penahanan.
“Empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andrie Yunus,” ujar Yusri di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).
Menurut Yusri, para prajurit yang diduga terlibat kini ditahan di Pomdam Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. TNI juga tengah melakukan pendalaman terhadap motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.
“Jadi kita masih mendalami motifnya,” kata dia.
Sementara itu, korban mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Andrie Yunus dilaporkan menderita luka bakar sekitar 24 persen pada sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.
Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
TNI menyatakan akan mengungkap peran masing-masing pelaku serta motif kejadian setelah proses penyelidikan internal selesai dilakukan. []















































































