ORINEWS.id – Siswa SMP Mishrul Huda Malikussaleh Banda Aceh kembali meraih prestasi pada ajang Lomba Tahfidz dan Lomba Literasi tingkat SMP se-Kota Banda Aceh yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Pada kegiatan yang berlangsung 17–21 November itu, salah satu siswanya menempati peringkat pertama kategori pidato putri.
Kompetisi yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah tersebut mencakup sejumlah cabang lomba, seperti tahfidz, pidato, esai, dan cerdas cermat. Tingginya jumlah peserta dan kualitas penampilan membuat persaingan berlangsung ketat.
Dalam kategori pidato putri, Syafika Dela Fira tampil menonjol berkat retorika yang baik, materi yang tersusun sistematis, serta penyampaian yang komunikatif. Dewan juri menilai penampilannya sebagai salah satu yang paling kuat, baik dari aspek isi, penguasaan materi, maupun teknik berbicara.
Kepala Sekolah SMP Mishrul Huda Malikussaleh Banda Aceh, Ismi Amran, S.Pd., M.Si, memberi apresiasi tinggi atas capaian siswanya itu.
“Prestasi ini merupakan representasi dari etos belajar, kedisiplinan, serta kualitas akademik Syafika Dela Fira sebagai salah satu siswa terbaik kami. Kami bangga dan berharap pencapaian ini menjadi teladan bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi dan kompetensi akademik mereka,” ujar Ismi Amran dalam keterangannya kepada orinews.id, Sabtu (22/11/2025).
Ia menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung berbagai kegiatan yang mengembangkan potensi siswa, baik di bidang literasi, tahfidz, maupun kompetisi lainnya.
Senada dengan itu, Pimpinan Dayah Mishrul Huda Malikussaleh Banda Aceh, Waled Rusli Daud, S.Hi., M.Ag, juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, kemenangan ini adalah hasil kesungguhan belajar yang dibarengi dengan penjagaan adab. Di dayah, kami selalu menekankan bahwa ilmu tanpa adab tidak akan sempurna. Semoga Syafika istiqamah dan terus menjadi teladan bagi adik-adiknya,” ujar beliau.
Ia menambahkan pentingnya penguasaan literasi dan dakwah sebagai bekal generasi muda menghadapi perkembangan zaman.
“Prestasi ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi sekolah dan dayah, tetapi juga menjadi motivasi bagi para pelajar di Banda Aceh untuk terus mengembangkan kemampuan literasi, keagamaan, serta keterampilan berbicara di depan umum,” pungkas Waled Rusli. []









































































