ORINEWS.id – Paspor Malaysia kini menempati peringkat ketiga dunia, naik tujuh posisi dari tahun sebelumnya berdasarkan Passport Index 2025 yang diterbitkan oleh firma keuangan global Arton Capital.
Peringkat tersebut menempatkan Malaysia sejajar dengan 15 negara lain, seperti Belgia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Luksemburg, Italia, Denmark, Portugal, Swiss, Yunani, Austria, Norwegia, Irlandia, dan Korea Selatan. Dengan posisi ini, warga Malaysia kini dapat menikmati akses bebas visa ke 174 negara di seluruh dunia.
“Pencapaian ini mencerminkan kepercayaan dan pengakuan internasional terhadap keamanan dokumen perjalanan Malaysia,” tulis Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) dalam unggahan di laman Instagram resminya.
Menurut JIM, capaian tersebut juga menunjukkan posisi kuat Malaysia di mata dunia, sekaligus memperluas peluang warganya untuk bepergian, belajar, bekerja, dan berbisnis di luar negeri.
UAE Duduki Puncak, Malaysia Ungguli Banyak Negara Barat
Dalam daftar Passport Index 2025, Uni Emirat Arab (UAE) menempati posisi pertama sebagai paspor paling kuat di dunia, dengan akses bebas visa ke 179 negara. Di posisi kedua terdapat Singapura dan Spanyol yang sama-sama memiliki akses ke 175 negara.
Kekuatan paspor Malaysia bahkan mengungguli Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, yang masing-masing berada di peringkat empat, delapan, dan sembilan. Malaysia juga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang berada di peringkat ketiga dalam daftar tersebut, bersama 15 negara lainnya.
Negara-negara Asia Tenggara lain tercatat berada jauh di bawah Malaysia, dengan Brunei Darussalam di posisi 15, Timor Leste di peringkat 45, Thailand di peringkat 51, Indonesia di posisi 54, Filipina di peringkat 64, Vietnam di posisi 71, serta Kamboja, Laos, dan Myanmar masing-masing di peringkat 72, 78, dan 83.
Beda dari Indeks Henley, Malaysia Tetap Terkuat Kedua di Asia Tenggara
Perlu dicatat bahwa Passport Index 2025 berbeda dari Henley Passport Index, yang juga merilis peringkat serupa. Dalam versi Henley terbaru, paspor Malaysia berada di peringkat ke-12 dunia, sejajar dengan Amerika Serikat, dengan akses bebas visa ke 180 negara.
Sementara itu, Henley menobatkan Singapura sebagai pemegang paspor terkuat di dunia, diikuti Korea Selatan dan Jepang.
Meski terdapat perbedaan metodologi, kedua indeks tersebut sama-sama menegaskan bahwa dokumen perjalanan Malaysia merupakan salah satu yang paling “dihormati” di dunia.
“Paspor Malaysia terus membuat kami bangga karena mencerminkan kepercayaan negara-negara lain terhadap keamanan dan kredibilitas Malaysia,” tulis Departemen Imigrasi Malaysia.
Dengan kemudahan akses ke ratusan negara, paspor Malaysia dinilai mampu memperkuat hubungan bisnis global, menarik investasi asing, serta mempermudah mobilitas tenaga kerja profesional. []















































































