TERBARU

BisnisEkonomi

Lewat Dapur Cerdas Inflasi, Ibu Rumah Tangga Diajak Jadi Garda Terdepan Kendalikan Harga Pangan

ORINEWS.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh menyelenggarakan kegiatan Cooking Class bertajuk Dapur Cerdas Inflasi, di Kuala Village Restaurant, Banda Aceh, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta ibu rumah tangga ini dibuka oleh Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Aceh, Lenny Novita. Dalam sambutannya, Lenny menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi efektif dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Melalui Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menghadapi fluktuasi harga pangan, ibu-ibu dapat menjadi bagian dari solusi—dengan berbelanja bijak, memasak kreatif, dan memanfaatkan bahan lokal secara cerdas,” ujar Lenny.

Ia menjelaskan bahwa pengendalian inflasi pangan merupakan tanggung jawab bersama, karena bahan pangan seperti cabai, bawang merah, dan tomat merupakan komoditas bergejolak (volatile foods) yang sering menjadi penyumbang inflasi di Aceh. Karena itu, perilaku konsumsi dan belanja bijak menjadi penting.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa cabai tidak hanya harus digunakan dalam bentuk segar, tetapi juga bisa diolah menjadi cabai kering, bubuk, atau pasta, yang hemat, awet, serta tetap sehat dan lezat. Cara ini dapat menekan permintaan terhadap cabai segar ketika harga naik, sehingga turut menstabilkan harga di pasar,” tambah Lenny.

Dalam kegiatan tersebut, BI Aceh juga mengampanyekan empat langkah Belanja Bijak, yaitu:

  1. Bijak Membeli – belilah sesuai kebutuhan, tidak berlebihan;

  2. Bijak Memilih – utamakan pangan lokal dan bumbu olahan yang awet dan hemat;

  3. Bijak Konsumsi – hentikan perilaku boros pangan, jangan sampai ada makanan terbuang;

  4. Bijak Bertransaksi – Cinta, Bangga, Paham Rupiah, serta biasakan transaksi non-tunai menggunakan QRIS yang lebih Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah).

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Dessy Maulidha Azwar, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif BI yang mengedukasi masyarakat, khususnya kaum ibu, melalui kegiatan yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa dapur bukan sekadar tempat memasak, tetapi juga benteng pertama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga,” ujar Dessy.

Menurutnya, program Dapur Cerdas Inflasi sejalan dengan 10 Program Pokok PKK, khususnya dalam bidang pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga. Ia mengajak para ibu untuk memulai langkah kecil seperti menanam cabai di pekarangan rumah, membuat stok cabai kering atau bubuk saat harga turun, serta berbelanja secukupnya dan mendukung produk lokal.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota TP PKK Provinsi Aceh dan Kota Banda Aceh, Ikatan Wanita Perbankan (IWABA) Aceh, Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) Aceh, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Aceh, serta sejumlah pelaku UMKM dari Lampuuk.

Cooking Class dipandu oleh Assistant Executive Chef Hermes Palace Hotel, Chef Muhammad Idris, yang memperagakan cara memasak Ikan Kerapu Kari Khas Aceh menggunakan bumbu cabai bubuk — bahan pangan lokal yang hemat, bergizi, dan tahan lama.

Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif seperti Dapur Cerdas Inflasi, BI Aceh bersama TPID dan mitra strategis berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pengendalian inflasi bukan hanya peran pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Ibu rumah tangga yang bijak dan kreatif di dapur dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.