ORINEWS.id – China mencatat tonggak baru dalam inovasi teknologi dengan meluncurkan jaringan broadband 10G pertama di dunia. Infrastruktur berkecepatan ultra-tinggi ini resmi beroperasi di Kota Xiong’an, Provinsi Hebei, dan disebut sebagai babak baru dalam sejarah internet global.
Terobosan ini merupakan hasil kolaborasi raksasa teknologi Huawei dengan operator telekomunikasi Unicom, dua perusahaan yang mendapat dukungan penuh pemerintah China. Keberhasilan tersebut menegaskan ambisi China untuk memimpin pengembangan infrastruktur digital dunia.
Mengutip The Economic Times, Selasa, 9 September 2025, jaringan broadband 10G mampu mencapai kecepatan download hingga 9.834 Mbps dan upload 1.008 Mbps, dengan latensi hanya 3 milidetik. Angka itu jauh melampaui kecepatan rata-rata internet negara maju. Sebagai perbandingan, Uni Emirat Arab—yang dikenal memiliki salah satu internet tercepat di dunia—hanya mencatat rata-rata 313,5 Mbps, sementara Singapura berada di kisaran 345,3 Mbps menurut data Statista.
Teknologi utama yang menopang internet 10G ini adalah 50G Passive Optical Network (PON), pengembangan lebih lanjut dari Fiber to the X (FTTx). Dalam kondisi optimal, teknologi 50G PON mampu menghadirkan kecepatan hingga 50 Gbps. Keunggulannya, teknologi ini tidak memerlukan pembaruan infrastruktur besar-besaran, sehingga lebih efisien untuk diadopsi secara luas.
Dampak bagi Pengguna dan Kota Masa Depan
Kecepatan 10G menghadirkan pengalaman digital baru. Film 4K berukuran 20 GB dapat diunduh dalam waktu kurang dari 20 detik, dibandingkan jaringan 1 Gbps yang butuh 7–10 menit. Selain konsumsi multimedia, teknologi ini diproyeksikan mendukung layanan canggih seperti cloud computing, realitas virtual (VR), realitas tertambah (AR), telemedicine, hingga pendidikan jarak jauh.
Peluncuran internet 10G di Xiong’an juga menjadi bagian dari proyek besar pembangunan kota pintar. Pemerintah China menargetkan Xiong’an sebagai model kota masa depan dengan infrastruktur digital terdepan, yang kemudian akan diperluas ke kota-kota besar lainnya.
Ambisi Global China
Dari perspektif global, keberhasilan ini menandai langkah China dalam perlombaan teknologi internet. Huawei memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur telekomunikasi internasional, sementara kolaborasi dengan Unicom menunjukkan kapasitas perusahaan China menghadirkan solusi teknologi berskala global.
Bagi negara lain, pencapaian ini memberi tantangan sekaligus peluang. Industri telekomunikasi di Indonesia, misalnya, dapat mengambil pelajaran penting. Meski saat ini isu harga paket internet masih menjadi fokus konsumen, investasi dalam infrastruktur masa depan dinilai kunci untuk menghadapi kebutuhan digital yang semakin kompleks.
Dengan meluncurkan jaringan 10G pertama di dunia, China tidak hanya mencatat prestasi teknologi, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang ambisinya memimpin revolusi digital global. []












































































