TERBARU

Teknologi

5 Cara Mengatasi Komputer Lemot Tanpa Buru-buru Dibawa Servis

ORINEWS.id, JAKARTA – Komputer atau laptop yang mulai terasa lambat bisa mengganggu aktivitas. Membuka browser membutuhkan waktu lebih lama, berpindah aplikasi tersendat, bahkan sekadar membuka folder terasa berat.

Namun, komputer yang lemot tidak selalu berarti perangkat sudah rusak atau harus segera diganti. Penyebabnya bisa sederhana, seperti terlalu banyak file sementara, aplikasi yang berjalan otomatis, ruang penyimpanan hampir penuh, atau program yang terlalu banyak menggunakan RAM dan prosesor.

Sebelum memutuskan membawa komputer ke tempat servis, pengguna Windows 10 dan Windows 11 bisa mencoba beberapa langkah sederhana berikut.

1. Bersihkan File Sementara dengan Windows + R

Salah satu cara paling sederhana adalah membersihkan file sementara yang menumpuk.

Tekan tombol Windows + R secara bersamaan. Setelah kotak Run muncul, ketik:

%temp%

Kemudian tekan Enter.

Windows akan membuka folder yang berisi berbagai file sementara atau temporary files. File tersebut dibuat oleh Windows maupun aplikasi ketika komputer digunakan. Seiring waktu, jumlahnya dapat semakin banyak.

Tekan Ctrl + A untuk memilih seluruh file, kemudian tekan Delete.

Jika muncul pemberitahuan bahwa beberapa file tidak dapat dihapus karena sedang digunakan oleh sistem atau aplikasi, pilih Skip. Jangan memaksakan penghapusan file yang sedang digunakan.

2. Kurangi Aplikasi yang Otomatis Berjalan

Tanpa disadari, banyak aplikasi langsung aktif ketika komputer dinyalakan. Semakin banyak aplikasi yang berjalan di belakang layar, semakin banyak RAM dan sumber daya komputer yang digunakan.

Tekan:

Ctrl + Shift + Esc

Anda akan masuk ke Task Manager. Pilih menu Startup Apps atau Startup, tergantung versi Windows yang digunakan.

Perhatikan aplikasi yang sebenarnya tidak perlu langsung aktif ketika komputer dinyalakan. Spotify, Microsoft Teams, Discord, Adobe Updater, atau aplikasi sejenis dapat dinonaktifkan dari startup apabila memang tidak diperlukan.

Namun, berhati-hatilah. Jangan menonaktifkan antivirus, driver, atau komponen Windows apabila Anda tidak mengetahui fungsinya.

Menonaktifkan aplikasi dari startup juga bukan berarti menghapus aplikasi tersebut. Program tetap dapat digunakan dengan membukanya secara manual ketika dibutuhkan.

3. Cari Aplikasi yang Membuat Komputer Berat

Task Manager juga dapat digunakan untuk mengetahui aplikasi apa yang paling membebani komputer.

Tekan kembali Ctrl + Shift + Esc, kemudian buka bagian Processes.

Perhatikan tiga kolom utama, yakni CPU, Memory, dan Disk.

Jika penggunaan CPU, Memory, atau Disk terus-menerus berada di angka sangat tinggi, misalnya mendekati 90 hingga 100 persen, periksa aplikasi atau proses apa yang paling banyak menggunakan sumber daya tersebut.

Dari sini, pengguna dapat mulai membaca sumber masalah.

Penggunaan Memory yang selalu penuh dapat menjadi tanda RAM terbatas atau terlalu banyak aplikasi dibuka secara bersamaan. CPU yang terus tinggi bisa disebabkan aplikasi atau proses yang bekerja berat.

Sementara itu, penggunaan Disk 100 persen dalam waktu lama dapat berkaitan dengan aktivitas aplikasi, layanan Windows, atau kondisi media penyimpanan.

Jangan langsung menutup proses yang namanya tidak dikenal. Sebagian di antaranya merupakan proses penting Windows.

4. Bersihkan Drive C:

Drive C: yang terlalu penuh juga dapat membuat Windows tidak bekerja secara optimal.

Tekan Windows + R, kemudian ketik:

cleanmgr

Tekan Enter, lalu pilih drive C:.

Windows akan menjalankan Disk Cleanup dan menampilkan sejumlah kategori file yang dapat dibersihkan. Periksa pilihan yang tersedia dan hapus file sementara yang memang tidak diperlukan.

Cara lain adalah melalui:

Settings → System → Storage

Di menu tersebut, pengguna dapat melihat apa saja yang paling banyak menggunakan ruang penyimpanan, mulai dari aplikasi, dokumen, video, hingga file sementara.

Langkah ini penting terutama jika kapasitas drive C: sudah mendekati penuh.

5. Restart Komputer dan Periksa Ruang Kosong

Setelah proses pembersihan selesai, lakukan Restart.

Restart berbeda dari sekadar membiarkan komputer terus menyala atau masuk ke mode sleep. Restart dapat membantu menghentikan proses yang tersangkut, menyegarkan penggunaan memori, dan memulai kembali berbagai layanan Windows.

Periksa pula kapasitas drive C:. Sebagai patokan praktis, usahakan tersedia ruang kosong yang cukup. Sekitar 15–20 persen merupakan target yang nyaman, meskipun kebutuhan sebenarnya bergantung pada kapasitas drive dan penggunaan komputer.

Jangan Buru-buru Beli Laptop Baru

Komputer yang lemot belum tentu harus diganti. Lima langkah di atas dapat menjadi pemeriksaan awal sebelum mengeluarkan uang untuk servis, menambah RAM, mengganti SSD, atau bahkan membeli perangkat baru.

Jika setelah semua langkah tersebut dilakukan komputer masih sangat lambat, langkah berikutnya adalah mencari sumber masalah secara lebih spesifik.

Caranya cukup mudah. Tekan Ctrl + Shift + Esc, buka Task Manager, kemudian pilih Performance.

Dari menu tersebut, pengguna dapat melihat penggunaan CPU, Memory, Disk, hingga komponen lainnya untuk mengetahui bagian mana yang kemungkinan menjadi sumber masalah.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.