ORINEWS.id – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menegaskan dirinya tetap menjalankan tugas seperti biasa pada Jumat (10/7/2026).
Pernyataan itu sekaligus membantah isu yang menyebut dirinya mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus. Isu tersebut mencuat setelah namanya menjadi sorotan terkait dugaan persoalan hukum yang belakangan berkembang.
Febrie mengatakan, hingga kini dirinya masih fokus menyelesaikan berbagai penanganan perkara korupsi yang menjadi prioritas Kejaksaan Agung.
“Pagi tadi saya masih menerima perintah-perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan perkara yang memang waktunya singkat, terutama yang dibatasi oleh masa penahanan,” ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Di tengah isu yang berkembang, tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya diketahui tengah mengusut sejumlah perkara dugaan korupsi berskala besar.
Dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan tersebut melakukan serangkaian penggeledahan terkait sejumlah kasus, di antaranya dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN yang diduga menjadi pemicu pemadaman listrik massal (blackout), dugaan korupsi pengelolaan dana Asabri dan Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Salah satu lokasi yang digeledah penyidik pada Rabu (8/7/2026) adalah sebuah rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul, Kabupaten Bogor. Belakangan diketahui rumah tersebut merupakan milik Febrie Adriansyah.
Dari penggeledahan itu, penyidik menyita barang bukti yang tersimpan di dalam brankas terkunci dan kemudian dikemas ke dalam tujuh koper. Barang yang disita meliputi uang tunai sebesar 4.767.300 dolar AS, 14.083.800 dolar Singapura, Rp100 juta, serta kepingan emas seberat 74 kilogram.
Namun, hingga saat ini penyidik menyatakan barang-barang berharga yang ditemukan di dalam brankas tersebut bukan milik Febrie Adriansyah.[]


































































