ORINEWS.id – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai menunjukkan dampak positif terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok. Sejumlah komoditas pangan di Pasar Pagi Keutapang, Kecamatan Darul Imarah, terpantau mulai berangsur stabil setelah pemerintah rutin menggelar operasi pasar murah di berbagai kecamatan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Pagi Keutapang, Jumat (10/7/2026), harga bawang merah, bawang putih, tomat, hingga beras kini berada pada kisaran yang lebih terkendali dibandingkan beberapa waktu lalu. Meski demikian, harga cabai rawit dan daging sapi masih relatif tinggi, namun fluktuasinya tidak lagi setajam sebelumnya.
Salah seorang pedagang di Pasar Pagi Keutapang, Fazal, mengatakan harga bawang dan cabai mulai mengalami penurunan meski belum signifikan.
“Untuk cabai memang masih naik turun, tetapi tidak terlalu drastis seperti sebelumnya. Pembeli juga sudah mulai terbiasa karena harganya lebih stabil,” kata Fazal.
Ia menyebutkan bawang merah saat ini dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Sementara bawang putih berkisar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram dan bawang bombai Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, harga cabai merah berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram, cabai hijau Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit masih bertahan sekitar Rp55.000 per kilogram karena pasokan belum sepenuhnya normal.
Pedagang lainnya, Munir, mengatakan harga tomat juga mulai stabil. Tomat Medan dijual Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram, sedangkan tomat lokal asal Pidie dan Takengon dipasarkan sekitar Rp15.000 per kilogram.
“Tomat lokal lebih banyak diminati karena harganya lebih terjangkau,” ujar Munir.
Sementara itu, harga daging sapi masih bertahan di angka Rp160.000 per kilogram. Tulang sapi dijual Rp60.000 per kilogram, sedangkan ayam potong mencapai Rp65.000 per kilogram.
Pedagang daging, Midi, menilai tingginya harga tersebut masih dipengaruhi biaya distribusi dan pasokan yang belum sepenuhnya stabil.
Di sektor bahan pangan pokok, harga beras juga relatif terkendali. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp63.000 per kemasan lima kilogram, sedangkan beras premium dipasarkan dengan harga Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram, bergantung pada kualitasnya.
Para pedagang menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang secara konsisten menggelar Gerakan Pangan Murah di berbagai kecamatan.
Melalui program tersebut, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus membantu menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat pedagang.
Menurut para pedagang, keberadaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga berdampak terhadap stabilitas harga di pasar sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan normal dan daya beli masyarakat dapat terjaga.
Pantauan di Pasar Pagi Keutapang menunjukkan aktivitas jual beli berlangsung cukup ramai menjelang akhir pekan. Para pedagang berharap pemerintah terus melaksanakan program stabilisasi harga agar kondisi pasar tetap kondusif dan harga kebutuhan pokok tetap berada pada tingkat yang wajar.[]

































































