ORINEWS.id – Mohamed Salah tak mampu menyembunyikan emosinya setelah membawa Mesir mengukir sejarah di Piala Dunia 2026. Kapten The Pharaohs itu menangis haru usai timnya menyingkirkan Australia melalui adu penalti 4-2 pada babak 32 besar di Dallas Stadium, Sabtu (4/7/2026) dini hari WIB.
Pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Mesir kemudian memastikan tiket ke babak 16 besar setelah tampil lebih tenang dalam adu penalti.
Salah yang menjadi penendang pertama Mesir sukses membuka keunggulan timnya lewat eksekusi bergaya Panenka. Kemenangan Mesir akhirnya dikunci Hossam Abdelmaguid setelah dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington, gagal menjalankan tugasnya.
Usai peluit panjang dibunyikan, Salah tampak menitikkan air mata di tengah lapangan. Berbeda dengan Piala Dunia 2018 ketika ia menangis karena kegagalan Mesir, kali ini tangis sang kapten menjadi simbol kebahagiaan atas pencapaian bersejarah timnya.
Keberhasilan mengalahkan Australia membuat Mesir untuk pertama kalinya memenangi pertandingan fase gugur Piala Dunia. Bersama Maroko, Mesir juga menjadi negara Afrika yang mencatat sejarah sebagai dua tim dari benua tersebut yang sama-sama meraih kemenangan pada fase gugur dalam satu edisi Piala Dunia.
“Ini adalah sejarah. Sebelum pertandingan saya mengatakan kepada para pemain bahwa ini adalah panggung terbesar yang bisa kalian mainkan. Nikmati pertandingan ini dan jangan biarkan tekanan menguasai kalian,” kata Salah, dikutip dari BBC.
Meski bergembira atas keberhasilan timnya, penyerang berusia 34 tahun itu tetap menyampaikan apresiasi kepada Australia yang memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
“Saya senang kami berhasil memenangkan pertandingan. Turut prihatin untuk mereka. Saya bahagia karena kami berhasil menciptakan sejarah,” ujar Salah.
Sepanjang laga, kontribusi Salah memang tidak terlalu mencolok dalam membangun serangan. Namun, pengalamannya berbicara ketika dipercaya menjadi algojo pertama dalam adu penalti. Dengan penuh percaya diri, ia memilih mengeksekusi tendangan Panenka yang sukses mengecoh kiper Australia.
“Kalau ada yang akan melakukannya, pasti saya! Saya lebih berpengalaman dibandingkan pemain lain dan ingin memberi mereka kepercayaan diri. Saya memutuskannya pada detik terakhir. Saya memang harus melakukannya,” kata Salah sambil tersenyum.
Eksekusi tersebut bukan hanya menjadi pembuka kemenangan Mesir, tetapi juga mengakhiri catatan buruk The Pharaohs yang selalu kalah dalam empat adu penalti terakhir pada turnamen besar.
Mesir selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Tanjung Verde pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung di Atlanta pekan depan.
Di sisi lain, Australia kembali gagal melewati fase gugur Piala Dunia. Kekalahan dari Mesir menjadi kegagalan ketiga Socceroos dalam tiga penampilan mereka pada babak knockout turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. []










































































