ORINEWS.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh pada 15 hingga 17 Mei 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, M. Jamal, mengatakan tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 1,5 hingga 4 meter atau lebih dalam beberapa hari ke depan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk waspada potensi gelombang tinggi,” kata Jamal, Jumat (15/5/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi adanya belokan angin dan konvergensi yang terpantau di wilayah Aceh. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh turut meningkatkan potensi penguapan dan penambahan massa uap air.
Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Aceh.
BMKG juga mencatat pola angin di wilayah perairan Aceh umumnya bergerak dari barat laut ke timur dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Sabang-Banda Aceh dan Aceh Besar-Meulaboh.
Untuk tinggi gelombang 1,5 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Aceh Singkil-Pulo Banyak serta perairan Aceh Barat Daya-Simeulue.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diprediksi terjadi di perairan Aceh Besar-Meulaboh dan Sabang-Banda Aceh. Potensi gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Simeulue dan sekitarnya.
BMKG mengimbau nelayan dan pengguna kapal kecil agar berhati-hati saat beraktivitas di laut, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi.
Selain nelayan, wisatawan yang berencana melakukan aktivitas wisata laut juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang yang dapat membahayakan keselamatan.
BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi yang tersedia. Keselamatan di laut, menurut BMKG, harus menjadi prioritas utama untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat gelombang tinggi.
Gelombang tinggi merupakan fenomena alam yang dapat mempengaruhi aktivitas pelayaran, nelayan, hingga kegiatan di kawasan pantai. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh angin kencang, badai laut, maupun perubahan arus laut secara tiba-tiba. []










































































