ORINEWS.id — Iran mengklaim telah memperluas secara signifikan cakupan operasi militernya di Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi pertahanan terbaru di kawasan Teluk.
Zona operasi itu kini disebut mencakup wilayah dari pesisir Jask dan Sirri hingga melampaui pulau-pulau utama di sekitar Selat Hormuz, yang oleh Teheran disebut sebagai “zona strategis”.
Pernyataan tersebut disampaikan Mohammad Akbarzadeh, asisten politik komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
“Kami memantau secara ketat pergerakan musuh, dan baru-baru ini kami mendeteksi sebuah fregat Amerika yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Namun pasukan kami melepaskan tembakan peringatan ke arahnya dan memaksanya mengubah jalur,” kata Akbarzadeh.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Selat Hormuz dipandang sebagai wilayah operasi yang lebih terbatas dan hanya berpusat di sekitar pulau-pulau tertentu.
“Zona itu sebelumnya dianggap terbatas di sekitar pulau-pulau seperti Hormuz dan Hengam,” ujarnya.
Menurut dia, konsep tersebut kini berubah karena kawasan itu telah berkembang menjadi wilayah operasi yang lebih luas.
Iran Klaim Awasi Ketat Pergerakan Musuh
Akbarzadeh menegaskan Iran terus memantau seluruh aktivitas militer di kawasan dan tidak akan membiarkan adanya ancaman terhadap wilayah perairan maupun kepentingan nasionalnya.
Dalam konteks itu, ia menyebut pasukan Iran mendeteksi sebuah fregat Amerika Serikat yang berusaha melintasi Selat Hormuz. Angkatan laut Iran kemudian melepaskan tembakan peringatan hingga kapal tersebut mengubah arah pelayarannya.
Ia menambahkan pasukan Iran tetap berada dalam kondisi siaga penuh dan terus mengawasi pergerakan musuh dengan pemantauan yang disebut presisi.
Ghalibaf Sebut Iran Siap Beri “Respons Menghukum”
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan angkatan bersenjata Iran siap merespons secara tegas setiap bentuk agresi terhadap Republik Islam Iran.
Ia mengatakan para lawan Teheran akan “terkejut” dengan kemampuan militer dan opsi respons yang dimiliki Iran.
Dalam unggahan di platform X pada 11 Mei lalu, Ghalibaf menyebut Iran “siap memberikan respons menghukum terhadap setiap agresi”.
Ia juga mengatakan strategi dan keputusan yang salah akan menghasilkan konsekuensi yang salah.
“Seluruh dunia kini telah memahami konsekuensi dari kebijakan-kebijakan tersebut,” tulisnya.
Ghalibaf menegaskan Iran siap menghadapi semua kemungkinan dalam konflik yang sedang berlangsung.
“Mereka akan terkejut,” tegasnya.
Dalam pernyataan terpisah, Ghalibaf juga mengatakan tidak ada alternatif selain mengakui hak-hak rakyat Iran sebagaimana tercantum dalam proposal 14 poin yang diajukan Teheran.
Ia memperingatkan bahwa pendekatan lain hanya akan berujung pada kegagalan berulang dan meningkatkan beban bagi para pembayar pajak Amerika Serikat jika negosiasi terus tertunda. []









































































