TERBARU

Kesehatan

Kasus Kanker Ginjal Sering Terlambat Diketahui, Deteksi Dini Jadi Kunci

ORINEWS.id – Kasus kanker ginjal di Indonesia masih banyak ditemukan pada stadium lanjut saat pertama kali terdiagnosis. Kondisi ini membuat pilihan pengobatan menjadi lebih terbatas dan menurunkan peluang kesembuhan pasien.

Fenomena tersebut mencerminkan tantangan besar dalam penanganan penyakit ginjal, terutama terkait rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan, meski teknologi diagnostik terus berkembang.

Penyakit ginjal sendiri memiliki spektrum yang luas, mulai dari batu ginjal, penyakit ginjal kronis, hingga gagal ginjal dan kanker. Penanganannya kini tidak lagi hanya bersifat reaktif, tetapi mulai bergeser ke arah pencegahan dan deteksi dini, termasuk melalui perubahan gaya hidup dan pemanfaatan teknologi medis yang lebih canggih.

Sejumlah inovasi medis memungkinkan deteksi risiko kanker bahkan sebelum gejala muncul. Teknologi seperti tes genetik berbasis DNA dan Multi-Cancer Early Detection (MCED) dapat melacak sinyal kanker dalam darah sejak tahap awal, sehingga intervensi medis bisa dilakukan lebih cepat, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi.

“Apabila terdeteksi sejak dini, kanker ginjal sangat bisa diobati dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pemeriksaan berkala dan pencitraan medis (imaging) yang tepat saat gejala atau faktor risiko muncul,” ujar Dr. Tanujaa Rajasekaran, Dokter Spesialis Onkologi Medis di Mount Elizabeth Novena Hospital.

Ia menambahkan, melalui skrining genetik dan tes DNA seperti MCED, risiko kanker dapat dideteksi lebih awal sekaligus membantu merancang pengobatan presisi yang menargetkan mutasi sel tumor pada masing-masing pasien.

Perkembangan metode pengobatan juga menunjukkan hasil yang semakin baik. Banyak kasus kanker ginjal stadium awal kini dapat disembuhkan, sementara terapi modern seperti imunoterapi dan terapi target memberikan harapan baru, termasuk pada pasien dengan kondisi metastasis.

“Pada kasus pasien tertentu, pengobatan ini memberikan peluang remisi jangka panjang hingga kesembuhan total,” tambahnya.

Pendekatan pengobatan penyakit ginjal saat ini juga semakin personal dan tidak lagi menggunakan metode seragam untuk semua pasien. Penanganan disesuaikan dengan kondisi individu, termasuk profil genetik tumor pada kasus kanker.

Di Mount Elizabeth Hospitals, yang merupakan bagian dari jaringan IHH Healthcare, pendekatan ini diterapkan melalui berbagai layanan terintegrasi, mulai dari penanganan batu ginjal dengan prosedur minimal invasif seperti Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), hingga manajemen penyakit ginjal kronis.

Selain itu, tersedia layanan dialisis modern serta program transplantasi ginjal yang komprehensif, dilengkapi edukasi pola makan dan keamanan pangan pascaoperasi. Untuk kanker, diterapkan terapi target dan imunoterapi berbasis profil DNA pasien yang dapat dikombinasikan dengan operasi bedah robotik guna mempertahankan fungsi ginjal yang sehat.

“Pendekatan kami terhadap penyakit ginjal mencakup seluruh spektrum kondisi organ tersebut. Screening awal memegang peran krusial dalam menentukan keberhasilan penanganan,” ujar Dr. Lye Wai Choong, Dokter Spesialis Nefrologi di Mount Elizabeth Hospital.

Ia menambahkan, ekosistem perawatan yang komprehensif diperlukan agar pasien mendapatkan penanganan berkelanjutan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan jangka panjang.

IHH Healthcare Singapore pun mendorong masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan ginjal melalui pemeriksaan rutin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit serupa dalam keluarga. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk tidak ragu mencari opini medis tambahan dari fasilitas kesehatan yang mengedepankan teknologi pengobatan presisi. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.