ORINEWS.id – Otoritas Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk penargetan kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk serta serangan terhadap target Israel.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melalui akun X menyatakan bahwa Iran terus memantau secara ketat seluruh pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan, terutama terkait penempatan pasukan.
“Apa yang telah dirusak para jenderal tidak dapat diperbaiki oleh para prajurit; sebaliknya, mereka akan menjadi korban delusi Netanyahu,” ujar Ghalibaf. Ia juga menegaskan, “Jangan menguji tekad kami untuk mempertahankan tanah kami.”
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Teheran dalam menjaga kedaulatan wilayahnya, sekaligus mencerminkan meningkatnya kewaspadaan terhadap aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Sementara itu, Angkatan Laut Iran mengonfirmasi telah menargetkan USS Abraham Lincoln dengan rudal jelajah pantai. Pernyataan itu disertai rekaman yang diklaim menunjukkan serangan tersebut.
Komandan Angkatan Laut Angkatan Darat Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menyatakan bahwa Iran memiliki kendali yang kuat atas Selat Hormuz dan Teluk. Ia menegaskan bahwa kapal induk Amerika tersebut terus berada dalam pemantauan.
Menurutnya, apabila USS Abraham Lincoln memasuki jangkauan sistem rudal Iran, maka kapal tersebut akan menghadapi serangan besar dari Angkatan Laut Iran.
Ketegangan ini terjadi setelah hampir sebulan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim bahwa kekuatan laut Iran telah dilemahkan. Namun, sejumlah analis menyebut Iran justru memaksa kapal induk tersebut beroperasi lebih jauh di dekat Oman, Laut Arab.
Di sisi lain, kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan harus berlabuh di Yunani untuk perbaikan setelah mengalami kebakaran yang menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal. []















































































