TERBARU

InternasionalNews

Anggota DPR AS Ini Sebut Trump Pedofil dan Serukan Eksekusi Mati

ORINEWS.id – Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Ilhan Omar, membuat heboh publik setelah menyebut Presiden Donald Trump sebagai pedofil dan menyerukan eksekusi mati terhadapnya.

Omar, yang lahir di Somalia dan mewakili Minnesota di DPR AS, membagikan klip Trump yang mengecam jaringan penipuan yang dipimpin warga Somalia di Minnesota. Dalam unggahannya di X, Omar menuduh Trump mencoba mengalihkan perhatian publik dari keterlibatannya dalam dokumen “Epstein Files” yang baru-baru ini dirilis Departemen Kehakiman AS.

“Pemimpin Partai Perlindungan Pedofil mencoba mengalihkan perhatian dari namanya yang ada di seluruh berkas Epstein,” tulis Omar. Ia menambahkan, “Setidaknya di Somalia mereka mengeksekusi pedofil, bukan memilihnya.”

Sehari setelah cuitan tersebut, Partai Republik AS mengecam keras pernyataan Omar. Cabang Partai Republik Pennsylvania menyatakan, “Tadi malam, Ilhan Omar mencuit, menyerukan eksekusi Presiden Amerika Serikat. Menyerukan eksekusi pejabat federal adalah kejahatan menurut hukum Amerika Serikat.” Mereka juga mendesak Partai Demokrat untuk bertanggung jawab atas ancaman nyata terhadap nyawa Trump. Akun resmi “RNC Research” milik Partai Republik menuduh Omar mendorong eksekusi Trump dengan santai, meski juga menyinggung kondisi sosial di Somalia.

Namun, kritik dari pihak Demokrat terhadap Omar belum muncul. Tuduhan Omar terhadap Trump sebagai pedofil tidak dibantah, meski Departemen Kehakiman AS sebelumnya merilis lebih dari 3 juta dokumen terkait pedofil Jeffrey Epstein, yang menyebut nama Trump ribuan kali.

Dokumen tersebut, yang mencakup email dan pesan teks, tidak menunjukkan bukti kuat keterlibatan Trump dalam kejahatan seksual terhadap anak. Sebagian pengaduan anonim dari 2020 menuduh Trump melakukan pelecehan seksual terhadap anak dan keterlibatan dalam pembunuhan, namun Departemen Kehakiman menolak klaim itu sebagai upaya sensasional untuk mencemarkan nama baik Trump menjelang pemilu 2020. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.