TERBARU

Ekonomi

Menkeu Purbaya: Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp15 Ribu per Dolar AS

ORINEWS.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia. Menurut dia, dengan kondisi ekonomi domestik dan regional yang ada, rupiah seharusnya memiliki ruang untuk menguat hingga kisaran Rp15 ribu per dolar Amerika Serikat (AS).

“Saya pikir saat ini menuju Rp15 ribu per dolar itu tidak akan terlalu sulit. Saya memang tidak bisa bicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya berada di posisi mereka, level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai, mengingat mata uang regional juga sedang menguat,” kata Purbaya saat menghadiri Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Purbaya menjelaskan, pelemahan rupiah belakangan ini terjadi di tengah kondisi yang justru berbeda di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah mata uang regional, seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, dolar Singapura, hingga dong Vietnam, tercatat menguat terhadap dolar AS. Sementara itu, rupiah justru bergerak melemah.

Ia menilai kondisi tersebut membuat rupiah terlihat sebagai pengecualian di kawasan. Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar sepenuhnya merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI), bukan pemerintah.

“Saat ini kita seperti menjadi outlier. Menurut saya ini agak aneh, tapi ini bukan tugas saya. Ini adalah tugas bank sentral untuk memastikan rupiah bergerak sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan,” ujarnya.

Purbaya mengatakan, pemerintah bersama BI dan otoritas terkait sebenarnya telah memiliki mekanisme koordinasi untuk merespons tekanan terhadap nilai tukar. Koordinasi tersebut dilakukan melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Ia mencontohkan, ketika rupiah sempat mendekati level Rp17 ribu per dolar AS, KSSK langsung menggelar rapat untuk memastikan nilai tukar tidak menembus batas psikologis tersebut.

“Tentu saja ketika rupiah bergerak mendekati level Rp17 ribu per dolar AS, kami menggelar rapat dengan bank sentral dan membahas cara terbaik agar rupiah tidak menembus level tersebut,” kata Purbaya.

Menurut dia, secara ekonomi, rupiah di level Rp17 ribu per dolar AS belum tentu langsung memicu krisis. Namun, pemerintah khawatir pelemahan yang terlalu dalam dapat menimbulkan dampak psikologis di masyarakat.

“Jika rupiah melemah terlalu jauh, masyarakat akan kembali mengingat krisis 1997–1998. Itu bisa menimbulkan ketakutan dan berdampak secara psikologis,” ujarnya.

Purbaya menyebutkan, secara fundamental, nilai tukar yang ideal bagi Indonesia saat ini sejalan dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Meski demikian, dengan penguatan fundamental ekonomi dan arus modal masuk yang berkelanjutan, rupiah dinilai masih memiliki ruang untuk menguat lebih jauh.

Ia menambahkan, penguatan rupiah pada akhirnya sangat bergantung pada kepercayaan investor terhadap perbaikan ekonomi domestik. Ketika pertumbuhan ekonomi membaik dan investasi asing terus masuk, nilai tukar rupiah akan menguat secara alami.

“Kalau orang melihat ekonomi kita benar-benar membaik, modal akan masuk. Dan rupiah akan menguat hampir otomatis,” kata Purbaya. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.