ORINEWS.id – Meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, akibat gantung diri, memantik keprihatinan luas. Peristiwa itu dinilai sebagai potret kegagalan negara dalam memastikan keadilan sosial bagi warganya.
Siswa berinisial YS tersebut sempat menulis surat kepada ibunya sebelum mengakhiri hidup. Dalam surat itu, YS meminta dibelikan buku tulis. Permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Pengamat politik Rocky Gerung menilai tragedi itu menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Siapapun yang membayangkan (atas) kejadian itu, pasti menemukan ada yang salah di dalam syarat-syarat bangsa memelihara peradaban. Ada yang salah dengan kebijakan pemerintah di dalam memastikan keadilan sosial,” ujar Rocky, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Senin malam, 2 Februari 2026.
Rocky mengatakan, perhatian pemerintah saat ini lebih banyak terserap pada isu-isu besar, seperti Danantara, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta target pertumbuhan ekonomi. Namun, menurut dia, tragedi yang menimpa YS justru mengingatkan publik pada persoalan mendasar yang kerap terabaikan.
“Tapi publik disadarkan pada hal kecil yang membuat kita mengingat human solidarity tak lagi berkemah di dalam upaya kita untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera,” kata Rocky.
Akademisi yang dikenal kritis tersebut menilai peristiwa ini menjadi peringatan keras, terutama bagi pemerintah, dalam merespons persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Kemampuan kita untuk menyadari soal-soal semacam ini. Menyadari artinya bahwa di belakang kebijakan yang memaksa pertumbuhan ekonomi 6, 7 bahkan 8 persen ternyata ada yang tercecer,” ujarnya.
Rocky menambahkan, kondisi tersebut mencerminkan hilangnya kepekaan dalam memahami dampak kebijakan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak.
“Dalam upaya kita memahami gerak gerik pemerintah, ada yang hilang untuk menggelorakan kembali kebesaran bangsa,” pungkasnya.
Sebelumnya, YS ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah pohon cengkeh di kebun milik neneknya pada Kamis, 29 Januari 2026. []










































































