TERBARU

Lingkungan

PSDKP Lampulo Pasang Stiker Larangan Buang Sampah Plastik di 135 Kapal Nelayan

Orinews.id|Banda Aceh – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo menggelar patroli pengawasan pencegahan pencemaran dan kerusakan laut secara serentak di wilayah kerja Pangkalan PSDKP Lampulo, yang meliputi pantai barat pulau Sumatera dari Banda Aceh hingga Bengkulu, Sabtu (9/9/2023).

Patroli ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut yang digagas oleh KKP sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir dan nelayan akan pentingnya menjaga kelestarian laut dan pantai.

Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Sahono Budianto, mengatakan bahwa dalam patroli ini, pihaknya mengerahkan speedboat pengawas untuk melakukan pemeriksaan sarana penanggulangan pencemaran di kapal perikanan dan pengambilan sampah plastik di laut.

“Dalam kegiatan patroli tersebut telah memeriksa dan mensosialisasikan kepada nelayan serta menempelkan stiker larangan membuang sampah di laut pada 135 kapal perikanan serta melakukan kegiatan pengumpulan sampah plastik di pesisir Lhok Krueng Aceh dengan jumlah sekitar 211 kg,” ujar Sahono.

Selain di wilayah kerja Pangkalan PSDKP Lampulo, gerakan ini juga serentak dilakukan di 14 Pangkalan PSDKP di seluruh Indonesia dan dipusatkan di Perairan dan Pantai Nongsa, Batam Kepulauan Riau.

Di sana, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ernawati Trenggono, secara simbolis melakukan pemasangan stiker larangan buang sampah plastik di laut pada kapal perikanan.

“Setelah secara simbolis dilakukan oleh Penasihat DWP Kementerian Keluatan dan Perikanan, pemasangan stiker larangan buang sampah plastik di laut kemudian dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Ditjen PSKDP dengan total 847 kapal perikanan dipasang stiker dan untuk papan larangan kami pasang di 44 titik lokasi di seluruh Indonesia,” papar Adin Nurawaluddin Direktur Jenderal PSDKP dalam keterangan tertulisnya.

Ernawati Trenggono juga menyampaikan betapa pentingnya menjaga kelestarian laut dan pantai dimulai dari hal terkecil yakni tidak membuang sampah plastik ke laut dan sekitar pantai.

“Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan pantai dan perairan, akan membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat nelayan. Mulai dari kualitas hidup yang meningkat dengan hasil laut yang melimpah dan lingkungan pesisir yang indah dan nyaman untuk dihuni,” ujar Ernawati.

Ernawati pun berharap agar Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut ini tidak hanya sekedar seremonial saja, tetapi juga bisa menjadi budaya baru bagi masyarakat sekitar pesisir yang menjadikan laut sebagai sumber kehidupannya.

“Mengingat sampah plastik merupakan sampah yang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk terurai, saya berharap agar gerakan ini menjadi pemicu kesadaran masyarakat pesisir untuk bersama-sama peduli dan mendukung kebijakan ekonomi biru KKP dengan tidak membuang sampah ke laut,” harap Ernawati.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono telah mencanangkan 5 program prioritas implementasi ekonomi biru, terdiri dari perluasan kawasan konservasi; penangkapan ikan terukur berbasis kuota; pengembangan budidaya ramah lingkungan berbasis kearifan lokal; pengelolaan dan pengawasan pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan; serta penanganan sampah plastik di laut. [*]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.