ORINEWS.id – Respon cepat dan langkah humanis Polda Aceh dalam menangani bencana hidrometeorologi mendapat apresiasi dari Guru Besar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Prof. Eko Teguh Paripurno. Menurut Eko, kehadiran polisi di tengah warga terdampak banjir bukan sekadar simbol, tetapi tindakan nyata yang membawa rasa aman dan harapan bagi masyarakat.
“Ini adalah contoh pelayanan publik yang humanis. Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah beserta jajarannya telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menanggulangi dampak banjir bandang di Aceh,” ujar Prof. Eko saat ditemui dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan Bencana Aceh terkait mitigasi serta penanganan pasca-banjir yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat penyintas di Aceh Tamiang, Rabu (18/2/2026).
Prof. Eko yang juga peneliti pengurangan risiko bencana menyoroti keberadaan personel Polda Aceh di lokasi terdampak terparah, yang menurutnya mempercepat proses pemulihan. Aktivitas yang dilakukan meliputi evakuasi korban, distribusi logistik, pembersihan lumpur dan material banjir di permukiman, fasilitas umum, masjid, meunasah, serta sekolah.
Selain itu, polisi juga membantu penyediaan air bersih, mendirikan pos kesehatan darurat, dan memberikan pendampingan psikososial bagi warga.
“Kehadiran mereka langsung di lapangan membuat masyarakat merasa diperhatikan, sekaligus mempercepat pemulihan paska bencana,” kata Prof. Eko.
Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem yang dipicu siklon tropis Senyar melanda Aceh sejak akhir November 2025. Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 18 kabupaten/kota terdampak, ratusan ribu warga terdampak, puluhan ribu rumah rusak, serta korban jiwa dan kehilangan harta benda. Wilayah yang paling parah meliputi Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara.
Menurut Guru Besar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Yogyakarta, langkah Polda Aceh ini mencerminkan komitmen institusi kepolisian dalam menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri yang menempatkan penanganan bencana sebagai prioritas utama.
“Ini bukan sekadar respons formal, tetapi aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pemulihan terus berlangsung. Fokus utama adalah membuka akses jalan, mempercepat distribusi bantuan, dan mendampingi warga terdampak. Langkah ini selaras dengan koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan hunian tetap serta rehabilitasi infrastruktur, kata Eko menutup pernyataannya. []







































































