ORINEWS.id – Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC) mengutuk keras dugaan ancaman yang diterima seorang aktivis LSM di Kabupaten Gayo Lues dari oknum aparat penegak hukum (APH) berinisial ND, yang diketahui bertugas di Polres Gayo Lues.
Ketua Harian DPP CIC, Sulaiman Datu, yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW CIC Aceh, meminta kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gayo Lues untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum polisi tersebut, termasuk beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gayo Lues.
“Atas nama DPP CIC kami sangat prihatin dan mengecam ancaman serius terhadap aktivis salah satu LSM yang dilakukan oleh saudara ND, baik secara langsung maupun melalui pesan WhatsApp terhadap saudara berinisial STR,” kata Sulaiman Datu dalam keterangan tertulis.
Menurut penuturan STR, insiden bermula ketika ia dan rekannya mendengar suara musik keras dari kantor BKPSDM Gayo Lues pada malam hari. STR kemudian mendatangi lokasi dan mendapati sejumlah pegawai sedang berjoget di ruang serbaguna kantor tersebut. Aktivis itu sempat merekam kejadian tersebut, yang kemudian memicu ancaman dari oknum polisi ND.
Kepada tim DPP CIC, STR menjelaskan bahwa dugaan kegiatan serupa pernah terjadi sebelumnya.
“Sudah sering kejadian seperti itu. Bahkan ada perempuan dari luar, setahu kami bukan pegawai BKPSDM, yang ikut berjoget di dalam gedung itu,” ujar STR seperti dikutip dari salah satu media lokal.
Namun, usai peristiwa itu, STR mengaku menerima ancaman secara langsung dari ND.
“Kepegawaian jangan kau ganggu-ganggu, habis nanti kau,” kata STR menirukan ancaman tersebut, sambil menunjukkan bukti rekaman dan tangkapan layar pesan WhatsApp kepada Sulaiman Datu.
STR kemudian berkonsultasi dengan Tim DPW CIC Aceh dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Banda Aceh mengenai langkah hukum yang akan ditempuh. Ia meminta perlindungan hukum dan tengah mempertimbangkan untuk melaporkan kasus tersebut ke Propam Polda Aceh.
Sulaiman Datu menegaskan, pihaknya hanya ingin memastikan agar lingkungan pemerintahan di Gayo Lues tetap bersih dari tindakan amoral dan perilaku tercela.
“Kami ingin memastikan pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Gayo Lues Suhaidi bebas dari praktik seperti ini dan korupsi,” ujarnya.
DPP CIC juga meminta Bupati Gayo Lues segera mengevaluasi Kepala BKPSDM, Abdul Wahab. Dalam keterangan yang sempat dimuat di salah satu media, Abdul Wahab membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Benar, memang ada kejadian itu. Kami sudah memanggil dan mengumpulkan pegawai yang terlibat. Saya tekankan agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” kata Abdul Wahab.
Namun, berita tersebut diketahui telah dihapus dari laman media itu. Sulaiman menyayangkan tindakan tersebut dan menilai penghapusan berita tanpa klarifikasi dapat menimbulkan pertanyaan publik.
CIC berharap Bupati Gayo Lues mengambil langkah tegas terhadap PNS yang diduga mencoreng nama baik daerah yang dikenal religius itu.
“Sangat disayangkan, di tengah kita dikenal sebagai daerah religius, justru ada maksiat dilakukan di kantor pemerintahan sendiri,” ujar Sulaiman Datu, tokoh asal Gayo Lues.
Kasus dugaan ancaman dan pelanggaran disiplin ASN di BKPSDM Gayo Lues kini menjadi sorotan publik. Warga menuntut pemerintah daerah serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. []



























