TERBARU

Hukum

Risiko Maut Polisi Selamatkan Bilqis di Pedalaman Jambi, Tangis Haru Iringi Kepulangannya

ORINEWS.id – Upaya penyelamatan Bilqis, bocah berusia empat tahun yang sempat hilang di Makassar, menyimpan kisah dramatis sekaligus berisiko tinggi. Tim kepolisian harus menembus pedalaman Jambi demi membawa pulang Bilqis yang diduga menjadi korban penculikan, dengan ancaman keselamatan yang nyata di lapangan.

“Betul sekali (ada risiko dibunuh), makanya yang satu anggota polisi ini yang kenal sama Tumenggung (ketua adat),” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Jimmy Christian Samma, dikutip dari kumparan, Selasa (11/11/2025).

Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Menurut Jimmy, hanya anggota yang sudah dikenal masyarakat adat setempat yang berani masuk ke wilayah terdalam. “Kalau yang lain enggak berani masuk sedalam itu, paling sampai di jalan terakhir di bawah,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, tidak ada jaminan keselamatan bagi aparat di wilayah pedalaman tersebut. “Memang pernah kejadian di sana, dulu beberapa tahun yang lalu, pernah dipukuli, susahlah,” kata Jimmy.

Meski dihadapkan pada ancaman nyata, tim kepolisian tetap melanjutkan misi penyelamatan. Setelah negosiasi selama dua hari tanpa henti—pagi, siang, malam, Bilqis akhirnya berhasil diselamatkan.

Baca Juga
Berkedok Warung Kopi, Kakek Renta di Prabumulih Pekerjakan ABG Layani Pria Hidung Belang

“Pagi, siang, malam, terus negosiasi,” ucap Jimmy.

Keberhasilan ini menjadi akhir dari pencarian panjang yang sempat menyita perhatian publik sejak akhir Oktober 2025, ketika Bilqis dilaporkan hilang di kawasan Taman Pakui Sayang, Makassar.

Tangis Haru Suku Anak Dalam Saat Bilqis Dipulangkan

Suasana haru menyelimuti sebuah pondok sederhana di Makassar pada Minggu (9/11/2025). Bilqis akhirnya kembali ke pelukan orang tuanya setelah sempat menghilang dan diasuh sementara oleh komunitas Suku Anak Dalam.

Dalam video yang viral di media sosial, Bilqis terlihat menangis tersedu-sedu memanggil orang tuanya. Di sekelilingnya, seorang pria, seorang perempuan, dan dua anak lain yang disebut berasal dari Suku Anak Dalam ikut meneteskan air mata, tampak berat melepas kepergian bocah kecil itu.

Momen itu menjadi puncak dari kisah panjang penyelamatan Bilqis yang menggugah simpati publik. Pihak kepolisian memastikan proses pemulangan Bilqis dilakukan dengan pendampingan petugas serta lembaga perlindungan anak.

“Anak sudah dalam kondisi baik dan kini bersama keluarganya. Kami masih mendalami motif dan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penculikan ini,” ujar salah satu pejabat kepolisian setempat.

Baca Juga
Pengamat: Sekda Aceh Harus Pertanggungjawabkan Dana Bencana

Keluarga Bilqis pun tak kuasa menahan tangis bahagia.
“Kami hanya bisa berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Kami tidak bisa bayangkan kalau anak kami tidak ditemukan,” kata ayah Bilqis dengan suara bergetar.

Empat Orang Jadi Tersangka

Penyelidikan polisi berujung pada penetapan empat tersangka, yakni Sri Yuliana, Nadia Hutri, Adit, dan Meriana. Mereka kini ditahan di Polrestabes Makassar dan dijerat Pasal 83 jo Pasal 76S UU Perlindungan Anak, serta Pasal 2 ayat (1) dan (2) jo Pasal 17 UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Keempatnya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atas peran mereka dalam dugaan penculikan anak yang menyeret Bilqis ke wilayah pedalaman Jambi.

Meski kasus ini telah berakhir dengan kembalinya Bilqis ke pangkuan keluarga, kisah penyelamatannya menyisakan pesan mendalam: tentang keberanian aparat menembus batas demi menyelamatkan seorang anak, serta kasih dan kepedulian lintas budaya yang terjalin antara warga Suku Anak Dalam dan bocah kecil itu. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks