ORINEWS.id – Setelah melalui periode panjang polarisasi sosial dan politik, tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil membawa suasana rekonsiliasi, persatuan, dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Staf Presiden Partai Keadilan Sejahtera (KSP PKS), Pipin Sopian, menilai Presiden Prabowo tampil sebagai tokoh pemersatu yang mampu meredam konflik identitas dan rivalitas politik yang sempat membelah publik.
“Prabowo adalah tokoh pemersatu. Terbukti hilangnya label ‘kadrun-kampret, cebong’, buzzerRP, dan upaya saling menstigma antar anak bangsa. Narasi pembelahan di masyarakat tidak lagi dieksploitasi para buzzer. Termasuk isu radikalisme,” ujar Pipin Sopian, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2025.
Menurut Pipin, keberhasilan menjaga suhu politik tetap sejuk menjadi salah satu capaian penting dalam setahun pertama pemerintahan Prabowo. Ia menilai gaya kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik publik juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Prabowo responsif terhadap aspirasi masyarakat, terutama demonstran yang kritis terhadap pemerintah, lalu menjadikan landasan untuk menetapkan kebijakan,” kata Kepala KSP PKS itu.
Pipin menilai, sikap tersebut menjadi pembeda dari kepemimpinan sebelumnya, di mana kritik publik sering kali disambut dengan resistensi atau narasi tandingan di ruang digital. Respons cepat dan dialogis dari Presiden, lanjutnya, menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan rakyat sebagai mitra dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar objek kebijakan.
Selama satu tahun terakhir, sejumlah indikator sosial menunjukkan tren positif. Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah meningkat, sementara tensi politik di media sosial menurun. Kondisi ini disebut membuka ruang kolaborasi lintas partai, organisasi masyarakat, dan kelompok sipil untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Pipin juga menyoroti bahwa konsistensi sikap inklusif dan terbuka akan menjadi kunci penguatan demokrasi substantif di tahun-tahun berikutnya.
“Jika konsistensi ini terus dijaga, maka tahun-tahun berikutnya akan menjadi fase penguatan demokrasi substantif, di mana perbedaan pendapat tidak lagi menjadi sumber perpecahan, melainkan energi untuk memperkuat persatuan bangsa sebagai modal pembangunan nasional,” ujarnya.
Meski demikian, Pipin mengakui bahwa sejumlah program unggulan pemerintah masih menghadapi tantangan di lapangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ada tantangan dan masalah dalam implementasi program di lapangan, salah satunya tata kelola Makan Bergizi Gratis. Sebagai bagian dari koalisi, PKS berkomitmen berkontribusi memperbaiki dengan sikap kritis dan konstruktif agar tata kelola MBG semakin baik,” pungkasnya. []

































