TERBARU

InternasionalNews

Serangan AS-Israel Hantam Permukiman di Teheran, Korban Sipil Bertambah

ORINEWS.id – Amerika Serikat dan Israel dilaporkan melancarkan serangan gabungan ke lingkungan permukiman di sebelah barat ibu kota Teheran, Rabu. Tim penyelamat masih terus mencari korban selamat di bawah reruntuhan bangunan.

Sumber-sumber lokal di Iran menyebutkan, tim penyelamat segera dikerahkan setelah serangan terjadi. Mereka bekerja membersihkan puing-puing dan mengevakuasi warga sipil yang terjebak. Hingga kini, jumlah korban dalam serangan terbaru tersebut belum dapat dipastikan, namun pejabat setempat memperingatkan angka korban kemungkinan terus bertambah.

Korban Sipil Meningkat

Seorang pejabat keamanan di Provinsi Azerbaijan Timur melaporkan, serangan yang menyasar kawasan perumahan karyawan kereta api pada dini hari menewaskan tujuh warga sipil dan melukai beberapa lainnya.

Di lokasi lain, tepatnya di Zibashahr, Shiraz, Iran selatan, otoritas setempat menyebutkan 20 warga sipil tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan serupa.

Sementara itu, di wilayah al-Barz, Iran barat, sebanyak 18 warga sipil dilaporkan terluka akibat serangan yang sama.

Kepala Bulan Sabit Merah Iran, Pirhossein Kouliwand, menyatakan bahwa sejak awal konflik, sedikitnya 66 anak di bawah usia lima tahun menjadi korban jiwa. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan korban sipil.

Di tengah eskalasi tersebut, media Iran melaporkan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sejumlah target di wilayah timur dan tenggara Teheran.

Ratusan Siswa dan Guru Tewas

Serangan ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas sejak 28 Februari, yang disebut-sebut turut menyasar infrastruktur sipil.

Salah satu serangan dilaporkan mengenai Sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab, yang menewaskan lebih dari 100 siswi dan total lebih dari 160 orang.

Kementerian Pendidikan Iran menyatakan jumlah siswa dan guru yang tewas telah mencapai 243 orang. Selain itu, lebih dari 600 fasilitas pendidikan dan budaya dilaporkan hancur selama serangan berlangsung.

Infrastruktur Medis Terdampak

Bulan Sabit Merah Iran juga melaporkan dampak signifikan terhadap layanan kesehatan. Sebanyak 292 pusat medis dan bantuan, termasuk rumah sakit, disebut terdampak serangan.

Sedikitnya 22 tenaga medis dilaporkan tewas, sementara 113 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan berulang.

Iran Tingkatkan Serangan Balasan

Sebagai respons, Iran meningkatkan operasi militernya terhadap target Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut.

Serangan balasan dilakukan dalam rangkaian operasi militer yang disebut “Janji Sejati 4”, dengan sasaran pangkalan militer dan kepentingan strategis kedua negara.

Sejauh ini, Iran dilaporkan telah meluncurkan puluhan gelombang serangan terhadap target Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan, termasuk instalasi di wilayah Teluk.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan serangan balasan akan terus dilakukan hingga tekanan terhadap Iran dihentikan.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Presiden Donald Trump yang disebut ingin mengakhiri konflik. Namun, Teheran menilai sejumlah tuntutan Washington masih menyentuh isu kedaulatan, termasuk kebijakan luar negeri dan program pertahanan Iran.

“Keadaan tidak akan kembali seperti semula kecuali atas kehendak kami,” kata Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, merujuk pada Amerika Serikat. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.