ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Selasa (11/2) bahwa pemerintahannya sedang menimbang pengiriman kelompok serang kapal induk kedua ke Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menambah tekanan diplomatik terhadap Teheran menjelang putaran negosiasi berikutnya.
“Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana, dan satu lagi mungkin akan menyusul,” ujar Trump kepada Axios, mengonfirmasi bahwa pengerahan tambahan sedang dipertimbangkan.
Seorang pejabat AS menegaskan diskusi internal terkait kelompok serang kedua sedang berlangsung, yang nantinya akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang sudah berada di wilayah tersebut.
Trump menggambarkan pilihan Iran sebagai biner: “Entah kita akan membuat kesepakatan atau kita harus melakukan sesuatu yang sangat sulit seperti terakhir kali,” merujuk pada serangan udara AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran pada Juni lalu, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan.
Presiden AS menambahkan, putaran negosiasi berikutnya dengan pejabat Iran dijadwalkan minggu depan, dan ia menilai Teheran kini lebih serius. Trump menekankan bahwa kesiapan menggunakan kekuatan telah mengubah dinamika diplomatik: “Terakhir kali mereka tidak percaya saya akan melakukannya. Kepemimpinan Iran sebelumnya terlalu berani mengambil risiko.”
Mengenai program nuklir dan rudal balistik Iran, Trump optimistis: “Kita bisa membuat kesepakatan yang bagus dengan Iran,” ujarnya, sambil menilai pembatasan kemampuan rudal balistik lebih mudah dicapai dibandingkan isu nuklir.
Terkait kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih pada Rabu ini, Trump menepis spekulasi adanya gesekan. Ia menegaskan Netanyahu “juga menginginkan kesepakatan yang baik.”
Putaran negosiasi nuklir berikutnya dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat mendatang, setelah jeda hampir delapan bulan. Ketegangan meningkat di Teluk Persia menyusul penempatan militer AS dan ancaman penggunaan kekuatan oleh Trump. []


































