ORINEWS.id – Jembatan Bailey Kuta Blang di Kabupaten Bireuen mulai hari ini, Sabtu (27/12/2025), sudah dapat dilewati kendaraan dan dipastikan pagi ini lalulintas kembali lancar, setelah pembangunan jembatan bailey/darurat penghubung jalur nasional Banda Aceh–Medan hampir rampung dan siap difungsikan.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat meninjau langsung progres pembangunan jembatan tersebut bersama Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda pada Jumat, 26 Desember 2025.
Peninjauan dilakukan usai rombongan mengikuti peringatan tsunami di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, sebelum bertolak menggunakan helikopter menuju Aceh Utara dan Bireuen.
Jembatan Bailey itu dibangun sebagai penghubung sementara jalur nasional Banda Aceh–Medan yang sempat terputus akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Jembatan utama Kuta Blang sebelumnya ambruk akibat derasnya arus sungai, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.
Dalam peninjauan di lapangan, Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat tersebut telah memasuki tahap akhir dan segera dapat difungsikan.
“Alhamdulillah, hari ini progresnya sudah mencapai 98 persen. Tinggal penyelesaian pemasangan lantai jembatan. Setelah itu akan dilakukan uji coba muatan. Insya Allah malam ini sudah bisa dilewati, dan besok pagi dipastikan lalu lintas sudah kembali lancar,” ujar H. Fadhlullah.
Ia menjelaskan, Jembatan Bailey Kuta Blang dirancang mampu menampung beban maksimal hingga 30 ton, dengan batas tinggi kendaraan maksimal empat meter. Dengan spesifikasi tersebut, jembatan ini diharapkan dapat melayani kendaraan logistik maupun kendaraan masyarakat secara aman.
Wagub Aceh juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Aceh yang telah bekerja siang dan malam dalam percepatan pembangunan jembatan darurat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri serta Kementerian PU yang telah membantu Pemerintah Aceh menyelesaikan pembangunan jembatan ini. Pemerintah Aceh, dengan dukungan pemerintah pusat, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana alam,” katanya.
Pembangunan Jembatan Bailey Kuta Blang menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang di wilayah tengah dan timur Aceh. Dengan difungsikannya jembatan ini, aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta distribusi bantuan kemanusiaan diharapkan kembali berjalan normal.
Baca juga: 21 Tahun Tsunami Aceh, UAS Pimpin Doa Bersama Ratusan Warga di Masjid Raya Baiturrahman


































