TERBARU

SainsTeknologi

Komet 3I/ATLAS Dituding Pesawat Alien, Begini Penjelasan Ilmuwan

ORINEWS.id – Keberadaan Komet 3I/ATLAS yang tengah mendekati Matahari menjadi bahan perbincangan luas, terutama di kalangan penganut teori konspirasi. Objek antarbintang ini bahkan dituduh sebagai pesawat luar angkasa alien yang disembunyikan keberadaannya oleh pemerintah Amerika Serikat.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah warganet mengklaim bahwa warna komet 3I/ATLAS berubah-ubah seiring waktu. Namun, spekulasi itu segera dibantah oleh ilmuwan.

Qicheng Zhang, seorang postdoctoral fellow di Lowell Observatory, Arizona, sekaligus salah satu penulis studi tentang komet ini, menegaskan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya perubahan warna berulang pada gas di sekitar komet.

“Kami tidak memiliki bukti untuk koma gas yang berubah warna,” kata Zhang, dikutip dari Kompas.com.

Zhang menjelaskan, komet sering disebut sebagai “bola salju kotor” karena intinya terdiri dari gas beku yang mengandung debu dan batuan. Saat komet mendekati Matahari, gas tersebut akan menyublim dan menciptakan lingkaran gas terang yang disebut koma.

Menurut Zhang, fenomena perubahan warna yang terlihat pada 3I/ATLAS sebenarnya hanya terjadi sekali, yakni saat koma gasnya memantulkan cahaya lebih terang akibat pemanasan Matahari pada awal tahun ini.

“Sejauh yang kami tahu, komet hanya berubah warna sekali ketika koma gasnya pertama kali terlihat atau terang, dan sekarang masih seperti itu—hanya lebih terang,” ujarnya.

Ia menambahkan, rona biru dan hijau pada komet mulai terdeteksi sejak awal September 2025 melalui hasil foto astronom amatir. Pengamatan lebih lanjut menunjukkan bahwa gas di sekitar komet masih berkontribusi pada tingkat kecerahan keseluruhannya.

Tanpa perlu bumbu teori konspirasi, kata Zhang, komet 3I/ATLAS memang menarik perhatian ilmuwan karena lintasannya yang tidak biasa. Objek ini memberikan “pandangan langka” terhadap kondisi ruang antarbintang di luar Tata Surya.

Komet ini telah berhasil diamati oleh berbagai teleskop, termasuk Hubble Space Telescope, ExoMars Trace Gas Orbiter milik Eropa, hingga Tianwen-1 dari China. Bahkan teleskop kecil berukuran enam inci pun dapat menangkap citranya.

Menurut data NASA, komet 3I/ATLAS tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi. Objek ini akan mencapai jarak terdekatnya dengan planet kita pada 19 Desember 2025, sekitar 270 juta kilometer dari Bumi.

Sebelumnya, 3I/ATLAS juga akan melintas paling dekat dengan Matahari pada 30 Oktober 2025, sejauh 1,4 AU atau sekitar 210 juta kilometer, sedikit di dalam orbit Mars.

Para astronom memprediksi komet tersebut akan tetap terlihat melalui teleskop hingga September 2025, sebelum hilang sementara karena terlalu dekat dengan Matahari, dan kemudian muncul kembali pada Desember 2025 untuk diamati lebih lanjut. []

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.