TERBARU

InternasionalNews

Tiongkok Sukses Luncurkan Roket Lijian-1 Y9, Dua Satelit Eksperimen Masuk Orbit

ORINEWS.id – Tiongkok kembali mencatat pencapaian penting dalam pengembangan program antariksa komersialnya. Pada Minggu (9/11), roket pembawa Lijian-1 Y9 berhasil meluncur dari Zona Percontohan Inovasi Antariksa Komersial Dongfeng, menempatkan dua satelit eksperimen teknis ke orbit yang telah ditentukan.

Advertisements
DISKOMINSA - HPN 2026

Menurut laporan China Global Television Network (CGTN), roket diluncurkan pada pukul 11.32 waktu Beijing atau 03.32 GMT dari fasilitas yang terletak di dekat Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, Tiongkok barat laut. Misi tersebut berhasil mencapai seluruh tujuan yang telah direncanakan, menandai tonggak baru dalam upaya pengembangan teknologi peluncuran antariksa nasional berbasis komersial dan ganda.

Dikembangkan oleh CAS Space

Lijian-1 atau dikenal juga sebagai Kinetica 1, dikembangkan oleh CAS Space, anak perusahaan komersial dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Roket berbahan bakar padat ini dirancang untuk meluncurkan beberapa satelit kecil secara efisien, dengan waktu persiapan yang singkat dan fleksibilitas tinggi.

Baca Juga
Sutiyoso Cerita soal Masa Lalu Hercules di Timor Timur, 'Saat kita berdarah-darah...'
Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Media Tiongkok menyebut muatan roket sebagai “satelit eksperimen teknis” tanpa menyebutkan detail spesifiknya. Namun, data pelacakan mengidentifikasi dua satelit tersebut sebagai Chutian-2 01 dan Chutian-2 02, yang diyakini digunakan untuk menguji teknologi sensor dan sistem antariksa generasi baru.

Mendorong akses komersial dan strategis

Zona peluncuran Dongfeng sendiri merupakan bagian dari strategi Tiongkok untuk membuka akses bagi sektor swasta dan semi-negara dalam program antariksa nasional. Dengan pendekatan ini, Beijing ingin mendorong model kemitraan publik-swasta, seperti yang dilakukan negara-negara adidaya antariksa lain.

Peluncuran Lijian-1 Y9 juga dianggap memiliki implikasi strategis. Roket berbahan bakar padat dinilai ideal untuk peluncuran cepat dan dapat dipindahkan, menjadikannya relevan untuk aplikasi sipil maupun militer. Para analis menilai langkah ini sebagai bagian dari upaya Tiongkok memperkuat kemampuan antariksa yang independen dan memperluas pangsa pasarnya di sektor peluncuran satelit kecil global.

Baca Juga
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Aceh Besar, BPBD Imbau Masyarakat Waspada

Penerbangan ke-10 sejak 2022

Misi Lijian-1 Y9 merupakan penerbangan kesepuluh sejak debut roket tersebut pada 2022, dan menyusul keberhasilan misi Lijian-1 Y8 pada Oktober 2025. Keberhasilan ini mempertegas posisi Tiongkok sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi peluncuran antariksa yang cepat, efisien, dan berorientasi komersial. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks