TERBARU

InternasionalNews

Brigade Al-Qassam: Israel Bertanggung Jawab atas Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza

ORINEWS.id – Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, pada Minggu (9/11/2025) menegaskan bahwa Israel bertanggung jawab penuh atas pelanggaran dan konfrontasi yang kembali terjadi di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan. Kelompok itu menuduh pasukan Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menegaskan bahwa para pejuang mereka hanya bertindak untuk mempertahankan diri.

Advertisements
DISKOMINSA - HPN 2026

“Prinsip menyerah dan menyerahkan diri kepada musuh tidak ada dalam kamus Al-Qassam,” demikian pernyataan resmi kelompok tersebut. Mereka menegaskan perlawanan di Rafah akan terus berlanjut meskipun Israel meningkatkan operasi militer di wilayah itu.

Brigade Al-Qassam juga menuding bahwa agresi yang dilakukan pasukan Israel di Rafah merupakan pelanggaran langsung terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh pihak internasional. Kelompok itu memperingatkan bahwa “setiap eskalasi akan mendapat tanggapan” dan menyebut bahwa tanggung jawab atas semua konsekuensi berada di tangan Israel.

Baca Juga
Pesulap Pak Tarno Kini Jualan Ikan Cupang Pakai Kursi Roda Akibat Stroke
Advertisements
BANK ACEH - HPN 2026

Desak Mediator Tegakkan Gencatan Senjata

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menyerukan kepada para mediator, termasuk Mesir, Qatar, dan Turki, untuk menegakkan dan memastikan keberlangsungan gencatan senjata. Mereka menuding Israel memanfaatkan situasi untuk melakukan penyerangan terhadap warga sipil dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan.

Kelompok itu juga menyinggung soal pemulihan jenazah tawanan Israel yang dilakukan di tengah situasi medan perang yang rumit. “Meskipun dalam kondisi yang sangat sulit dan berbahaya, kami tetap berkomitmen menjalankan kewajiban sebagaimana tertuang dalam perjanjian,” tulis Al-Qassam dalam keterangan resminya.

Menurut kelompok tersebut, pemulihan jenazah yang tersisa akan memerlukan tim teknis dan peralatan tambahan karena kondisi lapangan yang tidak stabil akibat agresi yang terus berlanjut.

Pertemuan Hamas dan Intelijen Turki

Sementara itu, pimpinan Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya pada 6 November lalu bertemu dengan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin di Istanbul. Pertemuan tersebut membahas implementasi perjanjian gencatan senjata Gaza serta berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel.

Baca Juga
Tak Hanya di Jawa Timur, Sound Horeg juga Ada di Prindavan! Netizen: Ternyata Inspirasinya dari India

Dalam pertemuan itu, Hamas menyoroti masih terjadinya penembakan di wilayah yang dikuasai Israel, penutupan perlintasan Rafah, dan pembatasan masuknya bantuan medis serta kemanusiaan ke Gaza. Hamas juga mengeluhkan penundaan dalam rehabilitasi infrastruktur penting seperti sistem pembuangan limbah, jalan raya, dan jaringan listrik, yang seharusnya menjadi bagian dari komitmen gencatan senjata. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks