ORINEWS.id – Kasus kanker usus besar dan rektum semakin meningkat setiap tahunnya pada kelompok muda, termasuk generasi milenial dan Gen Z. Data menunjukkan angka kejadian kanker pada kelompok ini naik sekitar 2 persen per tahun sejak pertengahan 1990-an.
“Awalnya kami kaget, karena pasiennya sangat muda, sehat, tidak punya faktor risiko, bahkan tanpa riwayat keluarga, tapi terdiagnosis stadium 4. Dan kasus seperti ini sekarang makin sering,” kata dokter onkologi saluran cerna dari Harvard Medical School, Kimmie Ng, dikutip dari CNN Health, Minggu (19/10/2025).
Dokter Kimmie menjelaskan, gejala utama kanker usus besar pada pasien muda sering muncul sebagai keluarnya darah bersamaan dengan tinja. Ia mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala ini muncul.
“Kalau darah tampak tercampur di dalam tinja, bukan hanya di permukaan, itu lebih mengkhawatirkan dan perlu diperiksa,” tegasnya.
Gejala lain yang patut diwaspadai antara lain:
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
Perubahan pola buang air besar, sering diare atau sembelit
Tinja menjadi lebih tipis
Sakit perut atau perut terasa penuh
Lemas akibat anemia
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lahir setelah 1950 memiliki risiko lebih tinggi. Misalnya, orang yang lahir tahun 1990 berisiko terkena kanker rektum empat kali lebih tinggi dan kanker usus besar dua kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir sebelum 1950. Hal ini menandakan bahwa faktor genetik tidak sepenuhnya menjadi penyebab, karena gen manusia tidak banyak berubah dalam 30 tahun terakhir.
Faktor lingkungan dan gaya hidup modern diduga berperan besar, termasuk obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi daging merah, makanan olahan dan gula tambahan, serta minuman manis berlebihan.
Meski begitu, Dokter Kimmie menekankan, banyak pasien muda yang terkena kanker usus besar justru tidak memiliki faktor risiko sama sekali. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin tetap penting.
“Sebagian dari mereka adalah pelari maraton, makan sehat, hidup aktif, tapi tetap terdiagnosis kanker usus besar,” pungkas Dokter Kimmie. []










































































