Jumat, Juli 19, 2024

Gerhana Matahari Hibrida, Hanya Aceh Tak Bisa Lihat Langsung

Wajib Baca

Orinews.id|Jakarta– Gerhana Matahari Hibrida berlangsung dini hari pada, Kamis 20 April 2023, gerhana ini dapat disaksikan langsung di langit hampir seluruh wilayah Indonesia. Namun, hanya Aceh yang tak bisa melihat fenomena alam ini.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengumumkan gerhana matahari hibrida dapat terlihat di beberapa wilayah Indonesia timur seperti Pulau Kisar, Pulau Maopora, Pulau Damar, Pulau Watubela, Kampung Antalisa (Fakfak), Randepandai, Roswar, Pulau Num, Wooi, Serui, dan Biak Kota.

Beberapa kota di bagian barat Indonesia juga bisa menyaksikan gerhana, namun tidak total alias hanya sebagian saja. Namun, mengutip dari laman Instagram LAPAN, hanya beberapa wilayah di Aceh yang tak bisa melihat secara langsung gerhana matahari hari ini.

Rinciannya ada lima kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang tak akan bisa mengamati gerhana, yakni Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie.

Sementara itu di Jakarta, gerhana terjadi mulai pukul 09.29.33 WIB dan berakhir pada 12.06.39 WIB. Dengan demikian, gerhana di ibu kota bakal berlangsung selama 2 jam 37 menit.

Pernyataan Pusat Riset Astronomi BRIN
Yogyakarta menjadi ibukota provinsi yang paling awal memulai Gerhana Matahari. Sedangkan Medan akan menjadi ibukota Provinsi yang paling awal mengakhiri Gerhana Matahari, dan Jayapura akan menjadi ibukota provinsi yang paling akhir memulai sekaligus mengakhiri gerhana matahari sebagian.

Gerhana matahari hibrida adalah gerhana matahari yang memiliki dua macam gerhana berbeda yang terjadi dalam satu waktu secara berurutan dalam satu fenomena, gerhana ini dimulai dengan gerhana matahari cincin berubah menjadi gerhana matahari total, lalu kembali menjadi gerhana matahari cincin dalam waktu singkat.

Pernyataan dari BRIN, gerhana matahari ini tergolong dalam kategori “spesial” karena “jarang terjadi”.

BRIN memaparkan gerhana matahari hibrida bakal teramati sebagai gerhana matahari cincin di wilayah selatan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Sedangkan untuk zona WITA, gerhana bisa dilihat dari arah selatan ke barat daya. Sementara untuk Zona WIT, gerhana bisa diamati dari arah barat daya ke barat.

|Sumber: CNN Indonesia

spot_img
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

BMKG Resmikan Tower Pemantau Gas Rumah Kaca

ORINEWS.ID, Jambi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus berupaya membantu upaya menekan emisi gas rumah kaca
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -

BERITA LAINNYA

- Advertisement -