ORINEWS.id – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) yang diberi nama Whoosh. Ia menilai proyek tersebut sepenuhnya merupakan milik China, sementara Indonesia hanya berperan sebagai pembeli melalui mekanisme utang.
“Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang diberi nama Whoosh merupakan kepunyaan China, sementara Indonesia cuma sebagai pembeli,” kata Rocky dalam video yang diunggah kanal YouTube Nusa Update, dikutip Senin, 13 Oktober 2025.
Rocky menyebut pembiayaan proyek tersebut berasal dari pinjaman luar negeri.
“Beli pakai apa? Pakai utang. Kapan bayar utang? 170 tahun lagi kita baru bisa lunasi utang kereta cepat,” ujarnya.
Menurut dia, proyek kereta cepat merupakan bagian dari ambisi besar Presiden Joko Widodo yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“APBN itu ya sumbangan saya, setiap kali saya kasih ceramah dipotong pajaknya. Kereta cepat itu punya kita semua,” kata Rocky.
Ia menambahkan, ramainya penumpang Whoosh secara otomatis membantu pemerintah dalam membayar pinjaman kepada China.
“Setiap kali anda naik kereta cepat punya Jokowi, anda membantu Jokowi mempercepat bayar utang,” ujar Rocky.
Sebagai informasi, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung mengalami pembengkakan biaya dari semula 6,07 miliar dolar AS menjadi sekitar 7,27 miliar dolar AS. Mayoritas pembiayaan proyek ini berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga berkisar 3,7 hingga 3,8 persen dan tenor hingga 35 tahun. []

































