ORINEWS.id – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengecam keras aksi militer Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang dinilai terang-terangan melanggar hukum internasional yang terus berlanjut. Ia menyoroti serangan terbaru pejajah Israel menargetkan jurnalis, pekerja pertahanan sipil, dan wilayah Ramallah.
Dalam percakapan telepon dengan Penasihat Keamanan Nasional Inggris Jonathan Powell, Abdelatty menegaskan Mesir menolak seluruh kejahatan Israel serta hambatan pengiriman bantuan kemanusiaan.
“Mesir sepenuhnya menolak kejahatan Israel di Jalur Gaza dan hambatan pengiriman bantuan kemanusiaan, yang telah menyebabkan memburuknya situasi kemanusiaan secara drastis, yang berujung pada kelaparan,” ujarnya, dikutip dari Al Mayadeen, Selasa, 26 Agustus 2025.
Menteri Luar Negeri Mesir juga menyambut baik pengumuman beberapa negara Barat tentang niat mereka untuk mengakui negara Palestina.
“Memperluas proses pengakuan negara Palestina merdeka berdasarkan garis 4 Juni 1967 adalah satu-satunya jalan untuk mencapai keamanan dan stabilitas berkelanjutan bagi seluruh rakyat di kawasan ini,” tegas Abdelatty.
Sikap serupa juga disampaikan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan. Ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bersatu melawan agresi Israel di Gaza.
“Masyarakat internasional harus menolak pernyataan penjajah Israel tentang niat mereka untuk membangun kendali penuh atas Jalur Gaza dan mengakhiri kejahatan pasukan pendudukan Israel,” ujar bin Farhan dalam sidang luar biasa Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah pada 25 Agustus 2025.
Menteri Saudi tersebut juga mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mendukung pembentukan apa yang disebut “Israel Raya” dengan cara merebut Palestina dan wilayah Arab di sekitarnya.
Israel Terus Bombardir Gaza
Sepuluh warga Palestina gugur akibat pengeboman Israel di Jalur Gaza, yang menargetkan warga sipil dan permukiman yang terlantar.
Secara terpisah, lima orang lainnya tewas di al-Qarara di Jalur Gaza selatan dan serangan pesawat tak berawak menargetkan sebuah tenda di Gaza tengah, yang menewaskan dua orang dan melukai lainnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 62.819 warga Palestina tewas dan 158.629 lainnya luka-luka akibat pemboman Israel di wilayah kantong yang terkepung tersebut. Dari 18 Maret 2025 hingga 25 Agustus, jumlah korban mencapai 10.975 orang yang gugur dan 46.588 orang yang luka-luka. []

































