TERBARU

HukumKriminal

Kapolri Ungkap Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Gunakan Senjata Mainan Dimodifikasi

ORINEWS.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan terkini terkait ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat siang, 7 November 2025. Ia memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut Listyo, kepolisian tidak hanya fokus pada proses hukum, tetapi juga pada upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para korban.

Advertisements
Ad 147

“Di awal, jumlah korban kurang lebih mencapai 50 atau 60, tapi saat ini Alhamdulillah sudah dibuatkan posko dan korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang,” ujar Listyo dalam keterangannya, Jumat malam, dikutip dari kompas.

Dari puluhan korban yang dirawat, dua orang di antaranya harus menjalani operasi. Salah satu yang dioperasi adalah terduga pelaku peledakan.

DONASI TAHAP KEDUA
Baca Juga
Polres Lhokseumawe Tangkap Tersangka Pengedar Sabu di Meunasah Mee

“Ada dua yang dilaksanakan operasi, dan sisanya dilaksanakan proses perawatan. Mudah-mudahan bisa berangsur-angsur kembali pulang. Untuk saat ini salah satu yang menjalani operasi adalah terduga pelaku,” katanya.

Kapolri menambahkan, kondisi para korban yang dirawat di rumah sakit terus membaik. Ia berharap proses pemulihan dapat berjalan lancar dan seluruh siswa bisa segera kembali ke rumah.

Dalam keterangannya, Listyo juga mengonfirmasi bahwa terduga pelaku berasal dari lingkungan sekolah yang sama.

“Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya, pelajar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, senjata yang digunakan dalam ledakan itu bukan senjata api asli, melainkan senjata mainan yang dimodifikasi.

“Kita temukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu, dan itu juga menjadi bagian yang kita dalami untuk mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan melaksanakan aksinya,” ujar Listyo.

Kepolisian saat ini masih menyelidiki latar belakang pelaku, termasuk kemungkinan hubungan keluarga dengan anggota Polri.

“Sementara tidak ada informasi itu. Ya, sedang kita dalami,” katanya.

Listyo menegaskan bahwa semua hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka kepada publik.

Baca Juga
BNN Gerebek Pabrik Narkoba di Apartemen Jakarta Utara, Empat Orang Ditangkap

“Tentunya setiap tahapan dan perkembangan yang perlu diinformasikan akan kita informasikan. Dan untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagai macam informasi agar menjadi satu informasi yang bulat,” ujarnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di lingkungan SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat siang. Sejumlah saksi menyebut ledakan terdengar tiga kali, membuat para siswa panik dan berhamburan keluar dari area masjid sekolah.

Guru SMAN 72 Jakarta, Totong Koswara, mengatakan ledakan pertama terjadi di dalam masjid sekolah, diikuti dua ledakan di area luar.

“Kalau kerusakan di dalam enggak ada yang begitu parah. Ledakan terjadi di beberapa titik, tapi jangka waktunya berdekatan,” ujar Totong seperti dikutip dari KompasTV.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kini turut melakukan pendalaman. Juru bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyebut tim masih mengumpulkan informasi untuk memastikan apakah insiden ini memiliki unsur terorisme.

“Hingga saat ini Densus 88 masih melakukan pendalaman apakah insiden tersebut terdapat unsur terorisme atau tidak,” kata Mayndra. [source:kompas]

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks