TERBARU

InternasionalNews

Zohran Mamdani Menang Pemilu, Wali Kota Muslim Pertama Pimpin New York

ORINEWS.id – Zohran Mamdani, politisi muda berusia 34 tahun yang dikenal sebagai sosialis Muslim demokrat, mencatat sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama yang memimpin New York City. Kemenangannya dalam pemilu yang sarat pertarungan ideologi ini menandai babak baru dalam politik Amerika Serikat (AS), setelah ia berhasil mengalahkan kandidat-kandidat yang didukung para miliarder dan tokoh politik berpengaruh.

Mamdani memenangkan pemilihan dengan kampanye progresif yang menekankan agenda kesetaraan sosial dan ekonomi, mulai dari pembekuan sewa, layanan penitipan anak universal, hingga transportasi bus gratis. Ia juga menyerukan peningkatan pajak bagi kalangan kaya dan korporasi besar.

“Pemilihan ini membuktikan bahwa ide-ide sosialis demokrat sangat populer,” ujar Ashik Siddique, salah satu ketua Democratic Socialists of America (DSA), seperti dikutip Forbes, Rabu (5/11/2025).

Meski menghadapi kampanye besar-besaran dari kubu lawan, Mamdani tetap unggul. Data menunjukkan lebih dari US$22 juta dana kampanye mengalir untuk mendukung kandidat tandingannya, termasuk mantan Gubernur New York Andrew Cuomo. Sejumlah miliarder seperti Michael Bloomberg, Bill Ackman, dan Ronald Lauder tercatat sebagai penyumbang utama.

DONASI TAHAP KEDUA
Baca Juga
Raja Judi Online Asia She Zhijiang Diekstradisi dari Thailand ke China

“Para miliarder seperti Bill Ackman dan Ronald Lauder telah menggelontorkan jutaan dolar karena mereka tahu kami menimbulkan ancaman eksistensial,” kata Mamdani dalam sebuah rapat umum pada Oktober lalu. “Dan mereka benar.”

Juru bicara tim kampanye Mamdani, Dora Pekec, menuding kelompok oposisi yang didanai miliarder “membuang-buang jutaan dolar untuk menakut-nakuti warga kelas pekerja New York” sambil mengabaikan tantangan nyata yang mereka hadapi.

Perpecahan di Tubuh Partai Demokrat

Kemenangan Mamdani menimbulkan gelombang perdebatan di internal Partai Demokrat. Sejumlah tokoh besar, seperti Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries, Senator Chuck Schumer, dan Kirsten Gillibrand, hanya memberikan dukungan terbatas. Bahkan Barack Obama dikabarkan menghubungi Mamdani secara pribadi, namun memilih untuk tidak menyatakan dukungan terbuka.

Sementara kaum progresif memuji kemenangan ini sebagai simbol kebangkitan politik kiri, kubu moderat Demokrat menanggapinya dengan hati-hati.
“Banyak yang akan dibahas tentang Mamdani, tetapi gagasan bahwa dia akan mendefinisikan apa artinya menjadi seorang Demokrat adalah absurd,” ujar Matt Bennett, direktur lembaga pemikir Third Way.

Survei CBS News menunjukkan perpecahan ideologis itu: hanya 22 persen pemilih Demokrat yang mendukung pergeseran ke arah sosialisme, sedangkan 60 persen masih memilih ekonomi campuran yang menggabungkan kapitalisme dan sosialisme.

Reaksi dari Partai Republik

Partai Republik langsung menuding kemenangan Mamdani sebagai bukti “radikalisasi” Partai Demokrat. Komite Kampanye Nasional Partai Republik menuduh partai lawan “menyerah kepada sosialis radikal Zohran Mamdani dan kelompok sayap kiri ekstrem.”

Baca Juga
Pemerintah Aceh usulkan Rekening Belanja Khusus Baitul Mal di SIPD

Mantan Presiden Donald Trump, yang sempat mendukung Andrew Cuomo, menulis di media sosial bahwa Mamdani adalah “orang gila Komunis 100 persen.”

Pengamat politik menilai kemenangan Mamdani dapat dimanfaatkan Partai Republik untuk menggalang dukungan di pemilihan sela mendatang. “Ini memberi Partai Republik amunisi yang ampuh,” ujar Bennett, merujuk pada pengalaman kampanye defund the police tahun 2020 yang sempat merugikan Demokrat.

Tantangan di Depan

Terpilihnya Mamdani membuka babak baru bagi politik progresif di New York, namun juga membawa tantangan berat. Kebijakan seperti transportasi bus gratis dan kenaikan pajak bagi kelompok kaya akan memerlukan persetujuan legislatif negara bagian.

Laporan J.P. Morgan Asset Management bahkan menyebut sejumlah program Mamdani “tidak layak secara fiskal” dalam bentuknya saat ini karena hambatan politik dan anggaran.

Meski demikian, kalangan progresif melihat kemenangan ini sebagai tonggak sejarah. Senator Bernie Sanders mengucapkan selamat kepada Mamdani, menyebut hasil tersebut sebagai pesan kuat bagi rakyat Amerika.

“Ini bukti bahwa Anda bisa melawan oligarki dan menang,” kata Sanders. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks