ORINEWS.id, BANDA ACEH — Cuaca panas kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum harian di Indonesia mencapai 36,9 derajat Celsius pada Kamis (27/8/2026).
Aceh Besar, Aceh, menjadi wilayah dengan suhu tertinggi berdasarkan data pengamatan BMKG. Suhu 36,9 derajat Celsius tercatat di Stasiun Klimatologi Aceh yang berada di Kecamatan Indrapuri.
Data tersebut merupakan hasil pengamatan sejak Rabu (26/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (27/8/2026) pukul 07.00 WIB dan dirilis BMKG pada Kamis pukul 09.09 WIB.
Posisi kedua ditempati Lampung Utara, Lampung, dengan suhu maksimum 36,6 derajat Celsius yang tercatat di Stasiun Geofisika Lampung Utara.
Aceh kembali muncul di posisi ketiga. Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda yang melayani wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar mencatat suhu maksimum 36,3 derajat Celsius.
Dengan demikian, dua stasiun pengamatan di Aceh masuk dalam tiga besar wilayah dengan suhu maksimum harian tertinggi di Indonesia.
Kalimantan Juga Dilanda Suhu Tinggi
Sejumlah wilayah di Kalimantan turut mencatat suhu maksimum yang cukup tinggi.
Stasiun Meteorologi Nanga Pinoh di Melawi, Kalimantan Barat, mencatat suhu 35,8 derajat Celsius. Sementara Stasiun Meteorologi Tebelian di Sintang mencatat suhu maksimum 35,7 derajat Celsius.
Selain itu, suhu 35,6 derajat Celsius tercatat di Tangerang Selatan, Banten, melalui pengamatan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) Wilayah II, serta di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melalui Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor.
Berikut 10 wilayah dengan suhu maksimum harian tertinggi berdasarkan rilis BMKG pada 27 Agustus 2026 pukul 09.09 WIB:
- Aceh Besar — 36,9°C, Stasiun Klimatologi Aceh.
- Lampung Utara, Lampung — 36,6°C, Stasiun Geofisika Lampung Utara.
- Banda Aceh/Aceh Besar — 36,3°C, Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda.
- Melawi, Kalimantan Barat — 35,8°C, Stasiun Meteorologi Nanga Pinoh.
- Sintang, Kalimantan Barat — 35,7°C, Stasiun Meteorologi Tebelian.
- Tangerang Selatan, Banten — 35,6°C, Balai Besar MKG Wilayah II.
- Banjarbaru, Kalimantan Selatan — 35,6°C, Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor.
- Barito Selatan, Kalimantan Tengah — 35,2°C, Stasiun Meteorologi Sanggu.
- Banjarbaru, Kalimantan Selatan — 35,2°C, Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan.
- Pesawaran/Lampung Selatan, Lampung — 35,0°C, Stasiun Klimatologi Lampung.
Faktor Penyebab Cuaca Panas
Tingginya suhu di Aceh menjadi perhatian karena dua stasiun pengamatan di provinsi tersebut masuk tiga besar nasional.
Suhu maksimum 36,9 derajat Celsius yang tercatat di Stasiun Klimatologi Aceh menunjukkan pemanasan yang cukup kuat. Sementara itu, suhu 36,3 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda menempatkan kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai salah satu wilayah dengan suhu tertinggi di Indonesia.
Kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer, salah satunya minimnya tutupan awan. Kondisi itu membuat radiasi Matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi sehingga meningkatkan pemanasan permukaan dan mendorong kenaikan suhu udara.
Selain tutupan awan, pola angin, kelembapan, kondisi permukaan, dan dinamika atmosfer regional turut memengaruhi suhu maksimum di setiap wilayah.
Namun, suhu yang tercatat tersebut merupakan hasil pengukuran pada lokasi stasiun meteorologi. Angka tersebut tidak berarti seluruh wilayah Aceh Besar atau daerah lainnya mengalami suhu yang sama.
Warga Diimbau Waspada
Dengan suhu maksimum yang mendekati 37 derajat Celsius, masyarakat di wilayah yang mengalami cuaca panas diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Warga disarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Penggunaan pakaian ringan dan menyerap keringat serta pelindung seperti payung atau topi juga dianjurkan ketika berada di bawah terik Matahari.
Aktivitas fisik berat di luar ruangan, khususnya pada siang hari ketika pemanasan berlangsung kuat, sebaiknya dikurangi.
Masyarakat juga dianjurkan segera beristirahat di tempat teduh apabila mulai merasakan tubuh terlalu panas, pusing, lemas, atau mengalami tanda-tanda dehidrasi.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.[]


































































