TERBARU

Aceh

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Aceh Tenggara Capai 90 Persen, TNI dan Warga Kebut Tahap Finishing

ORINEWS.id – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kati Maju, Kecamatan Badar, dengan Desa Kuning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, telah mencapai progres sekitar 90 persen. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing) dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat setempat.

Memasuki tahap akhir pembangunan, Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama warga bergotong royong melakukan pengecatan pada pagar, dinding, dan tiang pylon jembatan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyempurnakan konstruksi sekaligus melindungi material agar lebih tahan terhadap cuaca.

Babinsa Kodim 0108/Aceh Tenggara, Serma Zulkifli, mengatakan pengecatan merupakan bagian penting dari proses finishing sebelum jembatan dapat digunakan oleh masyarakat.

“Pengecatan yang kami lakukan hari ini bukan hanya untuk memperindah tampilan jembatan, tetapi juga sebagai upaya memberikan perlindungan terhadap material konstruksi agar lebih tahan terhadap pengaruh cuaca, seperti paparan sinar matahari, curah hujan yang tinggi, serta kelembapan,” kata Zulkifli.

Menurut dia, pembangunan jembatan yang telah mencapai sekitar 90 persen merupakan hasil kerja sama antara TNI dan masyarakat sejak awal pelaksanaan proyek.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, progres pembangunan sudah mencapai sekitar 90 persen. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga jembatan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses finishing, pagar dan tiang jembatan dicat menggunakan warna merah dan putih. Selain memberikan tampilan yang lebih rapi dan menarik, warna tersebut dipilih sebagai simbol semangat nasionalisme menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keberadaan Jembatan Gantung Perintis dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antara Desa Kati Maju dan Desa Kuning Abadi. Selama ini, keterbatasan akses penyeberangan menjadi kendala bagi mobilitas warga, terutama untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, dan pelayanan kesehatan.

Dengan selesainya pembangunan jembatan, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang lebih aman, cepat, dan efisien. Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua desa.

Kodim 0108/Aceh Tenggara menilai pembangunan jembatan ini menjadi bukti sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Selain memperlancar mobilitas, jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat hubungan sosial antardesa.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.