TERBARU

InternasionalNews

Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir, AS dan Teheran Saling Serang

ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Pernyataan itu disampaikannya setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan militer.

Trump menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026).

“Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir. Hanya membuang waktu berurusan dengan mereka,” kata Trump, dikutip dari AFP, Rabu (8/7/2026).

Pernyataan Trump muncul setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan operasi militer yang menargetkan sistem pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, serta kapal-kapal militer Iran.

Operasi tersebut disebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Militer AS menyatakan lebih dari 80 target yang berkaitan dengan Iran dihantam dalam operasi tersebut. Serangan itu digambarkan sebagai “serangan dahsyat” untuk memberikan dampak besar terhadap kemampuan militer Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang membawahi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, menyebut sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, radar pesisir, kemampuan rudal antikapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di dalam maupun sekitar Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya melalui media sosial X, CENTCOM menegaskan serangan tersebut merupakan “respons langsung” atas aksi Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.

CENTCOM juga menyebut operasi itu bertujuan memberikan dampak berat terhadap tindakan Iran yang menyerang kapal-kapal komersial di jalur pelayaran internasional.

Tak lama setelah serangan AS, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

“Sebagai respons awal terhadap agresi ini, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melakukan operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 fasilitas militer AS utama di kedua negara tersebut, sekaligus menembak jatuh sebuah drone MQ-9,” demikian pernyataan IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, dikutip AFP.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan Iran juga menyasar pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.

IRGC menyebut operasi tersebut merupakan “respons awal” atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan kesepakatan yang dilakukan Amerika Serikat.[]

Apa reaksi Anda?

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.