ORINEWS.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh, isu regenerasi kader dan penguatan struktur partai kembali mengemuka. Partai Demokrat dinilai memiliki sumber daya kader yang beragam dan berpengalaman sebagai pejuang solusi bagi kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Abdul Muthalib, ST., pengurus DPD Partai Demokrat Aceh dua periode sejak 2015 hingga 2026 dengan dua kepengurusan ketua yang berbeda. Menurut dia, regenerasi kepemimpinan menjadi kebutuhan mendesak di seluruh tingkatan organisasi partai.
“Regenerasi Partai Demokrat sangat penting, baik di tingkat ranting, DPAC, DPC serta DPD,” ujar Abdul Muthalib dalam keterangannya kepada media, Sabtu (7/2/2026).
Ia menekankan, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Aceh ke depan harus mampu membenahi seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC), bukan hanya mengandalkan jaringan lintas partai. Menurutnya, kekuatan partai seharusnya bertumpu pada soliditas internal dan kemandirian organisasi.
Mesin partai, kata dia, harus dipastikan dapat berjalan di semua lini tanpa ketergantungan pada kekuasaan.
“Kita punya akademi Demokrat yang bisa melahirkan kader kader militan dan berpendidikan,” kata Abdul Muthalib.
Anggota DPRK Aceh Timur itu juga menilai Musda kali ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah Partai Demokrat Aceh ke depan. Ia juga menyoroti kepengurusan saat ini yang dinilai telah membawa perubahan positif.
“Momentum ini penting untuk melihat arah partai kedepan, kepengurusan Bg Muslim, sudah masuk era baru yang sudah berhasil menggabungkan seluruh elemen masyarakat yang punya latar belakang yang sangan baik, tinggal dikembangkan ke DPC dan Dpac,” pungkasnya. []
































