TERBARU

InternasionalNews

Trump Berharap Iran Mau Berunding, AS Takut Ancaman Khamenei?

ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan harapannya agar Iran bersedia mencapai kesepakatan dengan Washington di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa konflik yang dipicu Amerika Serikat berpotensi berkembang menjadi perang regional.

Berbicara di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Trump mengatakan Amerika Serikat telah mengerahkan aset militer dalam jumlah besar ke kawasan Timur Tengah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Washington masih mengutamakan jalur diplomasi.

“Kita memiliki kapal-kapal terbesar dan terkuat di dunia di sana, sangat dekat, dan dalam beberapa hari, mudah-mudahan, kita akan mencapai kesepakatan. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, maka kita akan mengetahui apakah dia benar atau tidak,” kata Trump, seperti dilansir Gulf News.

Trump menyebut peringatan Khamenei akan terbukti apabila negosiasi gagal tercapai. Ia juga menegaskan kembali bahwa pengerahan kekuatan militer bukan pilihan utama Amerika Serikat, selama masih ada peluang penyelesaian melalui perundingan.

Baca Juga
Penjajah Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata, Mulai Berlaku Minggu 19 Januari
DONASI TAHAP KEDUA

Sebelumnya, Khamenei menyampaikan pernyataan keras dalam sejumlah unggahan di media sosial X. Ia memperingatkan Washington agar tidak mengambil langkah militer terhadap Iran.

“Amerika harus tahu jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional,” tulis Khamenei.

Menurut Khamenei, ancaman yang melibatkan kapal perang dan pesawat tempur bukan hal baru bagi Iran.

“Bahwa Amerika terkadang berbicara tentang perang—mengatakan bahwa kami akan datang dengan kapal perang dan pesawat terbang—bukanlah hal baru. Bangsa Iran tidak terpengaruh oleh pembicaraan seperti itu,” tulisnya dalam unggahan lain.

Khamenei menegaskan Iran tidak berniat memulai konflik, tetapi akan memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi.

“Kami bukanlah inisiator perang. Namun, siapa pun yang berusaha menyerang atau menyebabkan kerugian akan menghadapi pukulan telak dari bangsa Iran,” tulisnya.

Ia juga menuduh Amerika Serikat berupaya mendominasi Iran karena kekayaan sumber daya dan posisi geografisnya yang strategis.

“Amerika Serikat ingin melahap Iran; bangsa Iran dan Republik Islam mencegah hal ini,” tulis Khamenei.

Ia menambahkan bahwa Washington berusaha merebut kembali pengaruh yang telah hilang selama beberapa dekade terakhir.

Baca Juga
Elon Musk Pamitan ke Trump dengan Mata Lebam, Isu Narkoba Mencuat

Di sisi lain, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa persiapan menuju negosiasi dengan Amerika Serikat tetap berjalan. Dalam unggahan di X, Larijani menepis isu perang yang menurutnya dibesar-besarkan media.

“Bertentangan dengan gembar-gembor perang media yang dibuat-buat, pengaturan struktural untuk negosiasi sedang berjalan,” tulis Larijani, tanpa merinci kerangka pembahasan.

Sementara itu, Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan armada besar yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan dekat Iran. Trump sebelumnya mengatakan bahwa pengerahan tersebut bersifat antisipatif dan tetap disertai harapan tercapainya kesepakatan.

“Kami memang memiliki kapal-kapal yang sangat besar dan kuat yang menuju ke arah itu. Tetapi saya berharap mereka menegosiasikan sesuatu yang dapat diterima,” ujar Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa Washington telah menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk memulai pembicaraan terkait isu senjata nuklir, meski ia tidak menyebutkan jangka waktu secara spesifik.

“Semoga kita akan mencapai kesepakatan. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan lihat apa yang terjadi,” katanya. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks