TERBARU

NewsTrend

Viral Lagu “Tak Diberi Tulang Lagi” Disebut Sindir Slank, Benarkah Karya Kuburan Band?

ORINEWS.id – Sebuah lagu berjudul “Tak Diberi Tulang Lagi” mendadak viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Lagu ini banyak dibagikan ulang, salah satunya melalui akun Instagram @musiksemuaera, dan disebut-sebut sebagai sindiran atau balasan atas lagu Slank berjudul Republik Fufufafa yang berisi kritik tajam terhadap pemerintah.

Spekulasi pun bermunculan. Sebagian warganet menduga lagu tersebut merupakan karya Kuburan Band, mengingat gaya satire dan liriknya yang kritis. Namun, tidak sedikit pula yang menilai lagu ini dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Bukan Rilisan Resmi Kuburan Band

Penelusuran terhadap akun media sosial resmi Kuburan Band menunjukkan bahwa band tersebut tidak pernah mempromosikan atau merilis lagu berjudul Tak Diberi Tulang Lagi. Karya terbaru Kuburan Band justru berjudul “Ajeng”, yang dirilis pada 14 November 2025, jauh sebelum Slank merilis Republik Fufufafa.

Sejumlah warganet turut meluruskan informasi yang beredar. Akun @indrauyelesmana46 menyebut bahwa setelah ditelusuri melalui mesin pencari, lagu tersebut bukan karya Kuburan Band.

Baca Juga
Rusia Peringatkan AS untuk Tidak Bantu Militer Israel Melawan Iran

Hingga kini, Kuburan Band juga belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait lagu viral tersebut, sehingga asal-usulnya masih menjadi tanda tanya.

Tanggapan Warganet Terbelah

Di kolom komentar, respons publik terpantau beragam. Akun @kal.el.born menanggapi lagu ini dengan nada satire, menulis, “Wkwk. Komisaris ilang, suara pun lantang.”

Namun, tidak sedikit pula yang meragukan keasliannya. Akun @joko_waluyo_generasi menyebut, “Dari suaranya dan nadanya ini AI,” menguatkan dugaan bahwa lagu tersebut dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan, bukan musisi sungguhan.

Lirik Lagu “Tak Diberi Tulang Lagi”

Mana syairnya? Slank bernyanyi lagi

Gitar tua bersuara, Republik Fufufafa menggema

Nada-nada keras dari jalanan kota

Cerita lama yang kini terbuka

Ada anjing setia sepuluh tahun lamanya

Membelah dan memuja tanpa tanya kenapa

Baca Juga
Menteri Satryo Bungkam, Menko PMK: Konflik di Kemendikti Telah Diselesaikan Secara Baik-Baik

Duduk di kaki kuasa menunggu isyarat

Dari pujian dan janji yang sekarang

Tapi waktu berputar, mangkuk tak lagi penuh

Kesetiaan diuji saat lapar menyentuh

Tak diberi tulang lagi

Kini dia menggonggong pada tuannya sendiri

Di negeri sandiwara topeng mulai terlepas

Jejak digital tersimpan, layar kecil jadi saksi

Ucapan kemarin beradu dengan laku

Apa yang ditanam kini menunggu bukti

Kesejatian diuji saat lapar menghampiri

Rakyat menilai siapa setia sejati

Siapa cuma pandai menjilat

Hari kemarin yang usai

Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana lagu bernuansa kritik Politik masih mudah memantik perdebatan, terlebih di era ketika konten AI semakin sulit dibedakan dari karya manusia. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks