ORINEWS.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan foto penahanan Presiden Venezuela Nicolás Maduro setelah ditangkap dalam operasi militer mendadak di Caracas, Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.
Foto tersebut diunggah Trump melalui platform Truth Social. Dalam gambar itu, Maduro tampak mengenakan pakaian olahraga abu-abu, penutup mata, serta headphone, sambil memegang sebotol air mineral dengan tangan diborgol.
Ia terlihat berada dalam pengawalan seorang agen federal yang mengenakan rompi bertuliskan “DEA”.
Trump menyatakan Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, dan saat ini sedang dibawa ke Amerika Serikat menggunakan kapal perang USS Iwo Jima.
Menurut Trump, Maduro akan dihadapkan pada dakwaan narkotika dan kepemilikan senjata di pengadilan federal Manhattan, New York.
“Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima,” tulis Trump di Truth Social, seperti dimuat New York Times.
Namun demikian, Trump tidak membagikan foto penangkapan Cilia Flores. Seorang mantan komandan Angkatan Laut AS menyebutkan bahwa besar kemungkinan Maduro dan istrinya ditahan di kabin perwira di dalam kapal amfibi tersebut.
Foto yang dibagikan Trump memicu perbandingan dengan gambar-gambar tahanan era “perang melawan teror” awal 2000-an.
Gaya pengamanan terhadap Maduro dinilai menyerupai perlakuan terhadap para tahanan Guantanamo Bay, termasuk David Hicks, warga Australia yang ditangkap pada 2002.
Gambar tersebut juga mengingatkan pada foto Hicks yang tampak diborgol, ditutup mata, dan menggunakan pelindung pendengaran saat pertama kali ditahan oleh militer AS.
Hicks kemudian dipenjara di Guantanamo setelah bergabung dengan al-Qaeda dan bertempur melawan pasukan Amerika.
Dalam konferensi pers pada Sabtu siang, Trump mengklaim operasi militer AS di Caracas berlangsung tanpa korban di pihak Amerika.
“Saya menyaksikan sendiri operasi itu dari Mar-a-Lago. Jika Anda melihat apa yang saya lihat tadi malam, Anda pasti akan sangat terkesan,” kata Trump.
Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada elite Politik dan militer Venezuela lainnya. Ia menegaskan bahwa penangkapan Maduro bisa menjadi preseden bagi tokoh-tokoh lain yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan. []



































