ORINEWS.id – Proses penjaringan calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2026–2031 resmi dimulai. Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, ASEAN Eng., menjadi pendaftar pertama dalam tahapan seleksi tersebut. Sosok yang saat ini menjabat sebagai Rektor USK itu kembali mencalonkan diri sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan transformasi kampus menuju perguruan tinggi kelas dunia.
Dalam keterangannya, Prof Marwan mengatakan masa jabatannya selama periode ini difokuskan pada kerja-kerja transisional, terutama terkait perubahan status USK dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).
“Transformasi menjadi PTNBH merupakan langkah besar yang memerlukan penataan menyeluruh, mulai dari sistem tata kelola, keuangan, hingga sumber daya manusia. Energi kita banyak tercurah untuk membangun pondasi kelembagaan yang kuat. Kini saatnya fokus kita geser ke akselerasi program dan pencapaian target strategis,” ujar Marwan dalam keterangannya kepada media, Selasa, 16 Oktober 2025.
Selama kepemimpinan Prof Marwan, USK mencatat sejumlah capaian penting. Dalam bidang reputasi akademik, USK masuk jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi berbagai lembaga pemeringkatan nasional dan internasional.
Dari sisi riset dan inovasi, produktivitas penelitian meningkat signifikan, ditandai dengan bertambahnya publikasi ilmiah terindeks Scopus, kerja sama riset internasional, serta penguatan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemerintah kampus juga memperkuat kemandirian finansial seiring perubahan status menjadi PTNBH. USK kini mulai mengembangkan unit-unit usaha dan membuka peluang investasi strategis untuk mendukung keberlanjutan pendanaan kampus.
Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Jumlah guru besar di lingkungan USK tercatat meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Prof Marwan menegaskan pencalonannya kembali didorong semangat menjaga keberlanjutan program serta memastikan USK menjadi kampus yang adaptif, inklusif, dan kompetitif secara global.
“Banyak program yang telah kita rancang dan mulai dijalankan—terutama dalam bidang peningkatan mutu akademik, internasionalisasi, digitalisasi kampus, dan inovasi berdampak. Kita perlu meneruskan program ini agar USK dapat terus melaju, tidak hanya sebagai kebanggaan Aceh, tetapi juga sebagai kampus unggul di tingkat global,” pungkasnya. []































