TERBARU

InternasionalNews

Lebih dari 40 Kapal Bantuan Kemanusiaan Menuju Gaza Dibajak Israel

ORINEWS.id – Angkatan Laut Israel dilaporkan menyita lebih dari 40 kapal dari Armada Global Sumud Flotilla yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Tindakan ini kembali memicu kecaman internasional di tengah krisis kelaparan akibat blokade yang diberlakukan Israel di Jalur Gaza.

Komite Internasional untuk Mematahkan Pengepungan Gaza menyebut salah satu kapal, Omar Al-Mukhtar, kehilangan semua komunikasi usai disergap kapal perang Israel di lepas pantai Gaza.

“Gangguan kontak terjadi akibat jamming sinyal dari pasukan Israel,” tulis komite itu dalam pernyataan resminya.

Data navigasi juga menunjukkan kapal Mikeno sempat memasuki perairan teritorial Gaza, berjarak hanya sekitar 9 mil laut dari pantai sebelum akhirnya dipaksa berhenti.

Israel Serbu Kapal dan Seret ke Isdud

Koresponden militer Israel di saluran Kan, Itay Blumenthal, melaporkan bahwa unit komando elit Shayetet 13 ikut dalam operasi tersebut.

Baca Juga
PSDKP Lampulo Pasang Stiker Larangan Buang Sampah Plastik di 135 Kapal Nelayan

“Ratusan peserta armada diangkut ke pelabuhan Isdud. Mereka diberikan pilihan antara deportasi sukarela atau menjalani prosedur hukum untuk pemulangan paksa ke negara asal,” ujarnya, Kamis, 2 Oktober 2025.

Blumenthal menambahkan, empat kapal dari armada itu masih terdampar di laut karena kerusakan teknis. Namun, ia menegaskan bahwa jika tidak berbalik arah, kapal-kapal itu akan ditangkap atau ditarik paksa oleh militer Israel.

Angkatan Laut Israel terus melakukan operasi penyisiran di wilayah sekitar untuk memastikan tidak ada satu pun kapal yang berhasil menembus blokade hingga mencapai pantai Gaza.

Gelombang Protes Internasional

Penyitaan armada kemanusiaan itu memicu gelombang protes di berbagai belahan dunia. Di Eropa, aksi solidaritas digelar di Yunani, Spanyol, Swedia, Belgia, dan Italia. Federasi serikat pekerja terbesar di Italia bahkan mengumumkan pemogokan umum nasional pada Jumat besok.

Di Jerman, para demonstran memblokir stasiun kereta pusat, sementara di Jenewa, Swiss, ribuan orang menyerukan mobilisasi mengecam serangan terhadap Armada Global Sumud Flotilla. London juga dilanda unjuk rasa besar, dengan massa berbaris menuju kediaman perdana menteri sembari meneriakkan slogan menentang pendudukan Israel.

Baca Juga
Ini Bukan Momen Anda Maju Pilkada Jakarta

Aksi serupa terjadi di Kanada, Argentina, hingga sejumlah negara Arab. Di Istanbul, Turki, ribuan orang turun ke jalan, sementara di Tunis, warga berunjuk rasa menolak normalisasi hubungan dengan Israel. Di Nouakchott, Mauritania, massa juga berkumpul menyuarakan solidaritas bagi warga Gaza. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks