TERBARU

InternasionalNews

Putin, Kim Jong Un hingga Prabowo Bakal Hadiri Parade Militer di Beijing

ORINEWS.id – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan menghadiri parade militer di Beijing pekan depan bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kehadiran mereka dibingkai sebagai unjuk kekuatan kolektif menghadapi tekanan Barat yang kian meningkat.

Tidak ada pemimpin Barat yang diperkirakan hadir dari 26 kepala negara dan pemerintahan asing yang akan mengikuti parade itu, kecuali Perdana Menteri Slovakia Robert Fico, yang mewakili anggota Uni Eropa. Hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Parade militer akan digelar pada 3 September untuk memperingati Hari Kemenangan atas Jepang dalam Perang Dunia II.

“Para pemimpin yang akan menghadiri parade antara lain Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, Presiden Iran Masoud Pezashkian, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Serbia Aleksandar Vucic, dan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan Woo Won-shik,” kata Asisten Menteri Luar Negeri Tiongkok Hong Lei dalam konferensi pers.

Baca Juga
Kalau PDIP-Gerindra Bersatu Indonesia Lebih Baik
DONASI TAHAP KEDUA

Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa akan diwakili Wakil Sekretaris Jenderal Li Junhua, yang sebelumnya menjabat berbagai posisi di Kementerian Luar Negeri Tiongkok, termasuk duta besar untuk Italia, San Marino, dan Myanmar.

Pada hari itu, Xi Jinping akan meninjau puluhan ribu pasukan di Lapangan Tiananmen bersama para pejabat asing dan pemimpin senior Tiongkok. Parade dikoreografi secara megah ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, menampilkan peralatan canggih termasuk jet tempur, sistem pertahanan rudal, dan senjata hipersonik.

Kekuatan Militer Tiongkok

Parade tahun ini berlangsung di tengah modernisasi besar-besaran Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Dengan lebih dari 370 kapal, armada laut Tiongkok kini menjadi yang terbesar di dunia. Cadangan nuklirnya juga berkembang pesat menjadi sekitar 600 hulu ledak dan diproyeksikan melampaui 1.000 pada 2030.

Kendaraan luncur hipersonik, silo rudal baru, dan jet siluman J-20 menjadi simbol upaya Beijing mengejar kesetaraan teknologi dengan Amerika Serikat. Reformasi yang diperkenalkan pada 2024 menciptakan komando kedirgantaraan dan perang informasi baru, mencerminkan pergeseran PLA menuju operasi multi-domain terintegrasi.

Baca Juga
Menebak Pengganti Prabowo di Gerindra: Kaderisasi atau Diwarisi Keluarga?

Sebagai perbandingan, parade peringatan 2015 melibatkan lebih dari 12.000 tentara dan 500 peralatan militer. Kala itu banyak pemimpin Barat absen karena khawatir dengan pesan militer Tiongkok. Beberapa tokoh asing yang hadir adalah mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Menjelang parade, Beijing memperketat keamanan di ibu kota. Pemerintah mendirikan pos pemeriksaan, mengalihkan lalu lintas, serta menutup sejumlah pusat komersial di sekitar lokasi. Dua kali latihan sebelumnya masing-masing melibatkan 20 ribu hingga 40 ribu orang, termasuk pasukan, polisi, dan penonton.

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks