ORINEWS.id – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dinilai telah merusak Indonesia sebagai negara demokrasi selama 10 tahun masa kepemimpinannya.
Pandangan itu disampaikan pengamat politik Rocky Gerung dalam wawancara bersama jurnalis senior Hersubeno Arief melalui kanal Youtube, Jumat, 22 Agustus 2025.
Rocky menilai Jokowi tidak meninggalkan warisan (legacy) yang baik bagi masyarakat setelah dua periode berkuasa. Ia mencontohkan kasus Ketua Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer atau Noel yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT).
Bahkan, kata Rocky, Presiden Prabowo Subianto sempat mempercayakan Noel untuk menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) di Kabinet Merah Putih. Namun, Noel kemudian terjaring OTT KPK karena diduga melakukan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Sistem ambisi atau sistem arogansi lama, itu yang selama 10 tahun dipelihara (Jokowi), akhirnya satu persatu mulai membulatkan keasliannya,” ujar Rocky.
Rocky mengatakan dirinya tak habis pikir melihat arogansi kekuasaan Noel. Menurutnya, hal itu menjadi penanda awal kebobrokan watak kepemimpinan, termasuk pemimpin sebelumnya yang menjadi tempat bernaung Noel.
“Jadi kita mulai masuk dalam satu hal, sebut saja bukan sekedar kegalauan, tapi semacam kecemasan. Ternyata 10 tahun itu tidak membersihkan apa-apa, malah menambah kotornya Republik dengan korupsi itu. Banyak orang mengkaitkan ini dengan posisi Noel sebagai relawannya dari Jokowi,” kata Rocky.
“Artinya, sebenarnya seperti Jokowi seperti itu paralel relawannya. Sangat disayangkan ada orang seperti Noel itu ternyata juga tidak lebih seperti para relawan lainnya yang berbaris di belakang Jokowi,” pungkasnya. []


































