TERBARU

Politik

Rocky Gerung: Jokowi Sudah Turun, tapi Kejahatannya Masih Hidup

ORINEWS.id – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang berdiri sejak 18 Agustus 2020 tetap konsisten mengkritisi kebijakan Joko Widodo (Jokowi). Hal itu ditegaskan Pengamat Politik Rocky Gerung dalam acara Reuni KAMI di Yogyakarta pada Senin, 18 Agustus 2025.

Rocky menyatakan, meskipun pemerintahan kini telah berganti ke Presiden Prabowo Subianto, KAMI tetap menyoroti warisan kebijakan Jokowi.

“Jadi, kenapa terus menerus Jokowi jadi sasarannya? Karena saya anggota KAMI artinya kapasitas mikir. KAMI hidup dari mulai satu ide, turunkan Jokowi. Sekarang Jokowi bukan lagi penguasa, maka KAMI harus berubah, logikanya begitu? Tidak, Jokowi sudah turun tapi kejahatannya masih hidup. Itu soalnya,” kata Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Rabu, 20 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, akademisi yang dikenal kritis tersebut mengungkapkan berbagai persoalan pada masa pemerintahan Jokowi, mulai dari dugaan pemborosan APBN untuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) hingga isu ijazah palsu.

Baca Juga
Tidak Aneh Gibran Tak Salami Menteri di Batujajar
DONASI TAHAP KEDUA

Menurutnya, catatan-catatan itu tetap harus dipertanggungjawabkan.

“Jadi apa peran KAMI hari ini? Bukan lagi turunkan (Jokowi), tapi penjarakan,” tegasnya.

Rocky menambahkan, dorongan untuk memenjarakan Jokowi bukan datang dari tokoh-tokoh KAMI seperti Gatot Nurmantyo, Anthony Budiawan, atau Hersubeno Arief, melainkan lahir dari kalangan masyarakat akar rumput.

“Itu datang dari emak-emak, mahasiswa, dan buruh,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa gagasan memenjarakan Jokowi bukan didasari dendam pribadi, melainkan dendam kebijakan.

“Yang diterangkan oleh teman-teman semua itu menunjukkan kualitas berpikir kita yang tidak ada dendam pada manusia, tapi kita dendam terhadap kebijakan yang dibuat oleh beberapa manusia,” jelasnya.

Lebih jauh, Rocky menyindir langkah Jokowi yang mendorong putranya, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

“Tapi buat saya Presiden Jokowi tidak melanggar konstitusi ketika menyodorkan anak kecil itu. Dia tidak melanggar konstitusi, (tapi) yang dilanggar adalah Undang-Undang Perlindungan Anak. Jadi dia mesti dipenjarakan itu, menyuruh anak-anak bermain di wilayah orang dewasa, itu melanggar,” selorohnya. []

Baca Juga
Disambut Megawati, Langkah Prabowo Makin Enteng Tinggalkan Jokowi

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks