ORINEWS.id – Sembilan warga Palestina dilaporkan tewas ditembak pasukan Israel di Jalur Gaza, hanya beberapa hari setelah kesepakatan gencatan senjata baru antara Tel Aviv dan kelompok perlawanan Hamas diberlakukan.
Insiden penembakan itu terjadi sejak Selasa dini hari, 14 Oktober 2025, termasuk enam korban di wilayah Gaza City. Menurut laporan Al Jazeera, para korban merupakan warga yang berusaha kembali ke rumah mereka di timur Gaza City dan selatan Khan Younis.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membenarkan serangan tersebut. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut telah menembak lima warga Palestina karena dianggap mendekati posisi pasukan di wilayah Shejaiya, bagian timur Gaza City.
Tembakan, menurut IDF, dilepaskan setelah warga menolak untuk mundur ketika telah diminta menjauh dari area operasi militer.
“IDF mengimbau warga Gaza untuk mengikuti instruksi dan tidak mendekati pasukan yang ditempatkan di wilayah tersebut,” demikian pernyataan IDF, seperti dikutip dari The Times of Israel.
Penembakan ini berlangsung di tengah masa gencatan senjata yang disepakati sejak Jumat, 10 Oktober 2025. Berdasarkan kesepakatan tersebut, baik Hamas maupun Israel diminta untuk memulangkan seluruh tawanan yang tersisa dan warga yang ditahan.
Hamas telah membebaskan 20 orang terakhir yang disandera sejak dimulainya agresi Israel. Di sisi lain, Israel juga telah melepaskan hampir 2.000 warga Palestina yang ditahan, termasuk mereka yang ditangkap sebelum konflik berlangsung.
Selain pertukaran tawanan, kesepakatan itu juga mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Gaza selama tahap pertama masa gencatan senjata. []

































