TERBARU

BisnisEkonomi

Harga Bitcoin Dipresdiksi Bisa Tembus Rp2,73 Miliar

ORINEWS.id – JP Morgan memproyeksikan harga bitcoin (BTC) bisa mencapai 165.000 dollar AS. Angka tersebut sekitar Rp 2,73 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.603 per dollar AS.

Proyeksi tersebut sekitar 40 persen lebih tinggi dari harga rata-rata BTC saat ini.

Dilansir dari Bitcoinmagazine, Senin (6/10/2025), proyeksi tersebut dipengaruhi juga oleh permintaan emas dan disesuaikan dengan volatilitas relatif terhadap emas belakangan ini.

“Kenaikan tajam harga emas selama sebulan terakhir telah membuat Bitcoin lebih menarik bagi investor dibandingkan emas, terutama karena rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas terus menurun hingga di bawah 2,0,” tulis JP Morgan.

Penghitungan JP Morgan menunjukkan, kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar Rp 2,3 triliun perlu naik hingga 42 persen agar sesuai dengan 6 triliun dollar AS yang diinvestasikan dalam emas batangan, koin, ETF ketika disesuaikan dengan risiko relatif.

Baca Juga
Gampong Empee Trieng, Sentra Kue Tradisional Aceh yang Masih Lestari di Aceh Besar

Bitcoin baru saja mengakhiri kuartal III-2025 pada rekor tertinggi, yang memicu keyakinan di kalangan investor bahwa harga Bitcoin akan terus naik hingga kuartal terakhir tahun ini.

Harga bitcoin pada September 2025 ditutup sekitar 5 persen lebih tinggi di angka 114.000 dollar AS, bertentangan dengan ekspektasi pelemahan musiman.

Bukan rahasia, September seringkali menjadi bulan yang sulit bagi Bitcoin, tetapi ketika ditutup lebih tinggi, kuartal terakhir cenderung menghasilkan keuntungan yang sangat besar.

Data menunjukkan bahwa pada tahun-tahun seperti 2015, 2016, 2023 dan 2024, penutupan September yang positif diikuti oleh reli kuartal IV yang rata-rata lebih dari 50 persen.

Investor saat ini juga sedang berada di dalam pergeseran tren ke arah aset yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap devaluasi uang flat. Strategi ini telah mendorong alisan dana ke Bitcoin hingga ETF emas setahun belakangan.

Namun demikian, arus masuk ke emas terus meningkat sejak Agustus karena ketegangan geopolitik dan kekhawatiran atas defisit fiskal.

Baca Juga
Harga Bitcoin Anjlok, Ini Langkah yang Perlu Dipertimbangkan Investor Pemula

Meningkatnya popularitas Bitcoin dan emas mencerminkan kecemasan ekonomi yang lebih mendalam.

Dengan kekhawatiran inflasi yang masih ada, defisit pemerintah yang membengkak, dan kepercayaan terhadap independensi bank sentral yang goyah, banyak investor mempertimbangkan kembali kepercayaan mereka terhadap uang fiat.

Di pasar negara berkembang di mana depresiasi mata uang lebih terlihat, daya tarik untuk memegang aset langka telah tumbuh lebih kuat.

JP Morgan tidak serta-merta memprediksi harga Bitcoin akan mencapai 165.000 dollat AS. Di balik itu, ini merupakan latihan teoretis yang menunjukkan Bitcoin seharusnya berada agar setara dengan emas setelah disesuaikan dengan volatilitas.

Namun, dengan semakin banyaknya ETF, opsi kustodian, dan perdagangan institusional, peran Bitcoin sebagai lindung nilai portofolio tampak lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya. [source:kompas]

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks