ORINEWS.id – Puluhan warga Dusun Bahagia, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, menyampaikan kekecewaan terhadap manajemen Pertamina EP Rantau Field. Mereka menilai program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility–CSR) yang dijanjikan belum juga terealisasi.
Program penggemukan kambing dan domba yang diajukan warga kepada Pertamina EP Rantau Field sejak Oktober 2024 hingga kini tidak kunjung berjalan. Padahal, proposal tersebut sempat diminta untuk direvisi pada Maret 2025.
Plt Datok Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Syukria Ash Shiddiqy, menuturkan proposal itu merupakan tindak lanjut dari hasil rapat warga dengan pihak Pertamina pada Juni 2024.
“Proposal penggemukan kambing sudah kami ajukan ke pihak Pertamina EP Rantau Field pada bulan Oktober 2024 dan pada bulan Maret 2025 pihak Pertamina menyuruh pihak desa untuk merevisi proposal, yang awalnya diajukan melalui kelompok usaha bersama (KUBE) dirubah melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Istiqomah Mandiri. Sampai saat ini, proposal yang kami ajukan tak kunjung terealisasi. Kami merasa di PHP oleh pihak Pertamina EP Rantau,” ujar Syukria, Rabu (24/9/2025).
Ia menambahkan, sejak awal warga sudah menyuarakan protes terkait dampak eksplorasi migas Pertamina EP Rantau. Pertemuan dengan perwakilan Pertamina sempat dilakukan di salah satu kafe di desa setempat, dihadiri Humas Pertamina, Delis Yuliawati. Dari pertemuan itu, warga terdampak diarahkan mengajukan program CSR berupa penggemukan kambing.
Namun, menurut Syukria, hampir setahun berjalan, program itu belum terwujud.
“Akibat eksplorasi sumur minyak di Kampung Dalam, ada 51 warga terdampak baik terdampak akibat kebisingan mesin Pumping dan mesin engineering, maupun warga yang retak rumahnya karena rumah mereka berada di samping lokasi sumur milik Pertamina. Warga yang rumahnya retak antara lain rumah milik Safaruddin, Dewi Ansari, Abdul Rahman, Ansyari, Elli dan Yusri,” ujarnya.
Syukria menegaskan, sebagai desa yang berada di ring satu Pertamina, warga seharusnya mendapatkan perhatian.
“Kalau Desa ring satu Pertamina, yang sudah mengajukan proposal saja untuk pemberdayaan masyarakat, tapi tak kunjung terealisasi. Bagaimana kampung lain. Jadi kemana program CSR Pertamina itu disalurkan,” katanya.
Upaya konfirmasi kepada Humas Pertamina EP Rantau, Delis Yuliawati, yang dilakukan melalui sambungan seluler pada Rabu (24/9/2025) belum mendapat jawaban. Hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi via WhatsApp hanya centang dua tanpa respon. []

































