TERBARU

InternasionalNews

Kebrutalan Israel di Gaza: Kamp Pengungsi hingga Nelayan Jadi Sasaran, Korban Terus Bertambah

ORINEWS.id – Jumlah korban tewas di Gaza terus melonjak, mendekati 65.500 orang sejak perang brutal penjajah Israel yang dimulai pada Oktober 2023. Invasi di Kota Gaza masih berlangsung dengan tujuan menduduki wilayah tersebut.

Koresponden Al Mayadeen di Jalur Gaza melaporkan pada Selasa, 23 September 2025, bahwa 19 warga Palestina, termasuk 15 orang di Kota Gaza, tewas akibat tembakan pasukan pendudukan Israel sejak fajar.

Secara rinci, serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di kamp pengungsi al-Shati, barat Kota Gaza, menewaskan lima orang, termasuk tiga anak-anak. Beberapa lainnya dilaporkan hilang. Serangan terhadap tenda pengungsian di pusat kota Az-Zawaida juga menewaskan dua orang dan melukai lainnya.

Serangan udara lain menargetkan kamp pengungsi pesisir, menewaskan dan melukai sejumlah orang. Di laut, dua nelayan Palestina tewas ditembak pasukan Israel di perairan Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Baca Juga
Pemerintah Target Bangun 15.000 Hunian Korban Banjir dalam Tiga Bulan
DONASI TAHAP KEDUA

Korban Tewas di Gaza Lampaui 65 Ribu

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat dalam 24 jam terakhir rumah sakit menerima 38 jenazah dan 190 korban luka. Sebagian korban masih terkubur di bawah reruntuhan karena tim penyelamat tidak bisa menjangkau lokasi.

Total korban tewas di Gaza kini mencapai 65.382 orang dengan 166.985 luka-luka sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023 hingga 23 September 2025. Sejak pertempuran kembali pecah pada 18 Maret 2025, sedikitnya 12.823 orang tewas dan 54.944 lainnya luka-luka.

Terkait korban saat mencari bantuan kemanusiaan, tiga warga Palestina tewas dan 15 lainnya luka-luka. Dengan demikian, total korban pembantaian di lokasi distribusi bantuan mencapai 2.526 orang tewas dan lebih dari 18.511 luka-luka.

Trump Siapkan Rencana untuk Gaza

Di tengah genosida yang berlangsung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mengumumkan rencana pascaperang Gaza. Proposal ini akan disampaikan kepada sejumlah pemimpin Arab dan Muslim pada Selasa, 23 September 2025.

Menurut Axios, rencana itu mencakup prinsip penghentian perang, penarikan pasukan Israel, serta pembentukan pemerintahan Gaza tanpa Hamas. Pertemuan akan dihadiri pejabat senior dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Turki, Indonesia, dan Pakistan.

Baca Juga
Pertahanan Yaman Gagalkan Agresi Udara Israel di Sanaa

Washington mendorong negara-negara Arab dan Muslim mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza untuk memungkinkan Israel menarik mundur tentaranya. AS juga mencari komitmen finansial dari negara-negara tersebut guna mendukung rekonstruksi dan pemerintahan transisi di wilayah itu. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks