TERBARU

Ekonomi

ISEI dan Radio Antero Bahas Arah Kebijakan Ekonomi Aceh lewat FGD

ORINEWS.id – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Banda Aceh bekerja sama dengan Radio Antero FM menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Arah Kebijakan Pembangunan Aceh: Quo Vadis Arah Kebijakan Ekonomi Aceh melalui Pendekatan Single Banking System?” pada Minggu, 2 November 2025, di Ruang Seminar ICAOIS, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Kegiatan ini mempertemukan para pakar lintas disiplin, akademisi, pelaku usaha, mahasiswa, dan media untuk mengkaji arah kebijakan ekonomi Aceh dalam konteks penerapan Single Banking System berbasis Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Ketua ISEI Banda Aceh, Prof. Aliasuddin, mengatakan bahwa forum ini penting karena Qanun LKS merupakan kebijakan monumental yang berdampak luas terhadap perekonomian daerah.

“Qanun LKS bukan sekadar aturan perbankan, tetapi instrumen strategis untuk menghadirkan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan, efisien, dan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam,” ujarnya.

DONASI TAHAP KEDUA
Baca Juga
14 Hari Tanggap Darurat, Kehadiran Negara Dinilai Nyaris Tak Terasa di Aceh

Aliasuddin menambahkan, setelah hampir satu dekade berjalan, kebijakan tersebut perlu dikaji kembali secara kritis.

“Kita harus melihat sejauh mana implementasinya mampu mendukung kesejahteraan masyarakat Aceh, memperkuat iklim investasi, dan membuka akses keuangan yang inklusif,” kata Aliasuddin.

Diskusi tersebut difasilitasi oleh Fahmi Abduh Dahlan, yang menilai FGD ini sebagai momentum reflektif untuk mempertemukan berbagai perspektif.

“Kebijakan ekonomi tidak bisa dilihat hanya dari satu kacamata. Kita perlu menyatukan pandangan akademisi, regulator, dan pelaku usaha agar kebijakan yang lahir benar-benar adaptif terhadap realitas sosial Aceh,” jelasnya.

Menurut Fahmi, dialog lintas disiplin seperti ini akan memperkaya pemahaman publik tentang hubungan antara prinsip syariah dan tujuan kesejahteraan, serta pentingnya keadilan dalam sistem ekonomi yang efektif dan efisien.

“Forum semacam ini mempertemukan nalar ilmiah dengan pengalaman lapangan, sehingga hasilnya bisa lebih realistis dan konstruktif,” tambahnya.

FGD ini menghadirkan sejumlah akademisi, pakar, peneliti, pengusaha, serta mantan praktisi perbankan.

Sementara itu, Uzair, Direktur Radio Antero FM, menegaskan bahwa peran media dalam forum seperti ini bukan hanya sebagai penyampai informasi, melainkan juga bagian dari proses pencerdasan publik.

Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Aceh Naik Tipis di 2023, Capai 4,23 persen

“Radio memiliki tanggung jawab sosial untuk menghidupkan diskursus kebijakan publik. Kami ingin masyarakat memahami arah kebijakan ekonomi Aceh, terutama terkait Qanun LKS yang dampaknya nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Uzair menambahkan, hasil FGD akan dipublikasikan melalui jaringan media Antero agar dapat menjangkau masyarakat luas.

Sebagai keluaran forum, akan diterbitkan Catatan Intelektual Kebijakan Publik berjudul “Refleksi Implementasi Qanun LKS untuk Kemaslahatan Ummat.”

Rekomendasi hasil diskusi juga akan disampaikan kepada Pemerintah Aceh dan DPR Aceh sebagai bahan pertimbangan kebijakan ekonomi ke depan.

Melalui sinergi antara dunia akademik dan media, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang intelektual produktif bagi berbagai kalangan untuk menelaah arah kebijakan ekonomi Aceh secara objektif dan berorientasi pada kemaslahatan umat. []

Komentari!

Artikel Terkait

Load More Posts Loading...No more posts.
Enable Notifications OK No thanks